5 Desa Adat Sumba Yang Unik Dan Menarik

Desa adat Sumba yang unik dan menarik menjadi salah satu hal yang wajib diketahui oleh anda. Tentu saja anda bisa mengunjungi beberapa desa yang menarik dan unik di pulau Sumba. Disini kami akan menyediakan 5 desa adat yang unik dan menarik untuk anda. Yuk kita simak pembahasannya yang sudah disusun oleh kami seperti yang sudah ada dibawah ini.

Baca juga ya:

1. Desa Ratenggaro

Desa Ratenggaro

Desa Ratenggaro – foto milik @Vicky Pattiasina

Desa adat Sumba yang unik dan menarik dalam pembahasan ini adalah desa Ratenggaro. Semula desa ini terletak di daerah pantai Ratenggaro dan menghadap di Samudra Hindia. Namun, karena keganasan dari ombak yang membuat abrasi, maka desa ini secara terpaksa dipindahkan. Umumnya, tempat dari desa ini memiliki jarak yang paling kurang sekitar 200 meter dari tempat awalnya.

Masyarakat Ratenggaro ini masih mempertahankan asli rumahnya dengan bentuk menara dan dibagun menggunakan material yang alami. Yang menjadikan desa Ratenggaro menjadi unik adalah desa ini memiliki kuburan batu dan dibangun dengan arah ke laut. Mungkin anda dapat mengunjungi desa ini agar anda bisa mengenalnya lebih dalam lagi tentang desa Ratenggaro.

2. Desa Wainyapu

Desa Wainyapu

Desa Wainyapu – foto milik @OSA Online

Desa Wainyapu adalah sebuah jenis desa adat Sumba yang unik. Desa Wainyapu ini juga menjadi salah satu desa yang paling tua di Sumba. Bagi anda belum mengetahui lokasinya, maka cobalah untuk berpergian ke kecamatan Tambolaka dan anda bisa menanyakan pada orang-orang di wilayah tersebut mengenai alamat desa Wainyapu ini. Perjalanan dari tambolaka bisa mencapai sekitaran satu jam dengan kendaraan anda miliki.

Desa ini menjadi ikonik karena adanya 60 uma kalada (dimana ini merupakan rumah yang beratap rumbia menjulang). Dan, sampai saat ini rumah yang seperti ini masih terawat dan terlihat menarik. Selain itu, di desa ini juga tersedia kurang lebih sekitaran 1.058 kuburan batu yang bersejarah dengan peninggalan pada zaman megalitik. Itulah yang menjadi alasan kenapa desa Wainyapu menjadi salah satu desa adat Sumba yang unik.

3. Desa Mbuku Dani

Desa Mbuku Dani

Desa Mbuku Dani – Sumber panorama-magz.com

Bagi anda yang ingin melihat desa nyaman untuk dikunjungi, maka cobalah untuk mengunjungi desa Mbuku Dani yang merupakan suatu desa adat Sumba yang unik. Setiap tahun, pemimpin atau ketua adat akan mengadakan ritual Marapa buat menetapkan pelaksanaan dari Pasola. Dimana ini merupakan tradisi yang rutin dan biasanya diacarakan pada bulan yang berkisaran antara Februari sampai Maret.

Baca juga ya:

Sesudah penentuan dari waktu pelaksanaan, berita ini akan dilanjutkan pada desa Tossi yang akan memberikan kuasa buat pengumuman pada khalayak. Sebagai pemilik acara dari Pasola, desa Mbuku Dani akan dijadikan sebagai sentralisasi pelaksanaan sebelum acara tersebut berlangsung. Tradisi tersebut berupa Nyale atau berburu cacing yang ada di laut, berpantun serta permainan rakyat.

4. Desa Tossi

Desa Tossi

Desa Tossi – foto milik @Okta

Desa Tossi menjadi salah satu desa adat Sumba yang unik dan wajib di datangi oleh anda. Jika anda ingin melihat mata air yang bersih jernih, di desa ini juga tersedia mata air yang bernama Wai Marunga. Dalam hal ini, mata air tersebut menjadi salah satu sumber kehidupan bagi warga masyarakat yang ada disana. Menurut orang disana, air mata tersebut dapat menyembuhkan penyakit.

Konon katanya desa Tossi ini berasal dari seseorang laki-laki yang kali pertama menempati desa ini. Hal ini juga bisa dilihat dari nama desanya, to diartikan sebagai orang sedangkan ssi diartikan sebagai laki-laki. Desa ini juga menjadi salah satu tuan rumah dari festival Pasola, sama seperti desa Mbuku Dani. Memungkinkan kalau Tossi menjadi sebuah desa adat Sumba yang unik untuk dikunjungi oleh anda.

5. Desa Paronambaroro

Desa Paronambaroro

Desa Paronambaroro – Sumber nasional.republika.co.id

Untuk desa yang paling terakhir dalam pembahasan ini adalah desa Paronambaroro. Desa ini berdiri sejak pada abad yang ke 17 dan merupakan sebuah tempat berlangsungnya festival Pasola yang melawan dengan desa Waindimu. Perlu diketahui oleh anda kalau kedua desa ini memiliki hubungan yang erat, namun sayang sekali mereka berdua akan saling hadap-hadapan dalam festival tersebut.

Baca juga ya:

Sama halnya dengan desa-desa adat yang lainnya di wilayah Sumba, Paronambaroro mempunyai uma kalada. Ini juga tersedia sejumlah dari kuburan batu dan desa yang satu ini terbilang cukup mudah untuk mengunjunginya. Jika anda berada di Tambolaka, maka jaraknya bisa mencapai sekitaran 42 km dengan kendaraan yang dimiliki oleh anda sendiri.

You may also like...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x