Kampung Adat Pasunga, Wisata Budaya di Sumba Tengah

Kampung Adat Pasunga – Indonesia disebut sebagai negara kepulauan. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki beribu-ribu pulau. Setiap pulau memiliki kekayaannya sendiri-sendiri seperti budaya dan panorama keindahan dari pulau-pulau tersebut.

Salah satu pulau yang memiliki banyak pemandangan yang indah dan budaya yang unik adalah pulau Sumba. Hal tersebut menjadikan pulau Sumba dijadikan salah satu tujuan wisata baik bagi wisatawan domestik atau mancanegara.

Kampung Adat Pasunga

Kampung Adat Pasunga di sumba tengah

Kampung Adat Pasunga di sumba tengah – foto @edacitra

Tempat wisata yang cukup terkenal di Sumba adalah Kampung Adat Pasunga atau yang sering disebut Kampung Pasunga.

Kampung Adat Pasunga terletak di desa Anakalang, kecamatan Katikutama, kabupaten Sumba Tengah provins Nusa Tenggara Timur.

Lokasi tersebut mudah untuk dijangkau karena hanya memiliki jarak kurang lebih 8 kilometer dari Pusat Pemerintahan Sumba Tengah.

Selain itu, Kampung Adat Pasunga mudah untuk ditemukan karena terletak di pinggir jalan raya utama yang menghubungkan dua kabupaten yaitu Sumba Timur dan Sumba Barat.

Kampung Adat Pasunga

Kampung Adat Pasunga – Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Oleh sebab itu jika kamu ingin mengunjungi desa adat ini, jangan khawatir akan tersesat.

Sesuai dengan namanya, Kampung Adat Pasunga menyimpan banyak hal yang berkaitan dengan sejarah. Kampung ini memiliki keunikan yang akan membuat libur kamu mengesankan. Berikut ini keunikan-keunikan dari Kampung Adat Pasunga.

Bentuk Rumah Adat Pasunga

Rumah-rumah yang berada di Kampung Adat Pasunga memiliki bentuk dan arsitektur rumah adat. Bentuk rumah pada kampung ini yaitu berupa rumah panggung yang memiliki atap menjulang tinggi dan terbuat dari kayu.

Baca Juga ya :

Kampung Pasunga

Kampung Pasunga – foto @vita_pohan

Bentuk rumah cenderung memiliki muka yang lebar. Meskipun memiliki atap yang tinggi, jarak antara bagian bawah atap dengan lantai tidak begitu tinggi.

Hampir semua  rumah di Kampung Adat Pasunga memiliki bentuk yang sama. Ada beberapa rumah yang atapnya terbuat dari seng meskipun begitu, arsitektur Sumba tetap melekat pada rumah tersebut. Selain itu, masyarakat di Kampung Adat Sumba selalu melestarikan tradisi.

Kampung Pasunga

Kampung Pasunga – Foto: Yusuf Paulus

Mereka memasang hiasan berupa tulang-tulang babi di depan rumah mereka. Tulang-tulang babi tersebut menandakan status sosial dari pemilik rumah.

Rumah adat yang berada di Kampung Adat Pasunga bernama rumah adat Uma Adung.  Rumah adat ini memiliki 36 tiang penyangga.

Rumah adat Uma Adung terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian bawah, tengah dan atas. Bagian bawah adalah ruangan yang berada di bawah lantai dan digunakan untuk kandang ternak.

Kampung Adat Pasunga

Kampung Adat Pasunga – foto @vita_pohan

Bagian tengah merupakan bagian utama rumah karena digunakan untuk tempat tinggal pemilik rumah dan keluarganya. Pada bagian tengah, ruangan masih dibedakan menjadi bagian depan dan bagian utara.

Bagian depan merupakan tempat tinggal bagi anggota keluarga yang belum menikah. Bagian utara digunakan untuk ibu-ibu. Bagian tengah merupakan dapur.

Terdapat hal unik dari rumah adat ini yaitu pada ruang dapur, di atas dapur terdapat tempat khusus untuk menyimpan berbagai bahan makanan dan benda-benda berharga. Dibagian barat terdapat serambi.

Bagian terakhir dari rumah adat ini yaitu bagian atas yang merupakan atap bangunan. Pada awalnya, atap bangunan terbuat dari ilalang namun pada tahun 1990, dilakukan pemugaran sehingga ilalang tersebut diganti dengan seng.

Makam Megalitik DI Kampung Pasunga

Hal yang dapat kamu temukan di Kampung Adat Pasunga selain rumah adat Uma Adung adalah adanya makam megalitik. Kuburan ini terdapat di bagian depan rumah dan terletak di tengah-tengah pemukiman.

Makam Megalitik DI Kampung Adat Pasunga

Makam Megalitik DI Kampung Adat Pasunga – Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Jika kamu mengunjungi kampung adat ini, seolah-olah makam tersebut menjadi fokus karena memiliki daya tarik tersendiri. Makam megalitik tersebut merupakan makam leluhur.

Masyarakat Sumba masih memegang teguh adat istiadat. Salah satu adat istiadat yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Sumba adalah merapu.

Merapu merupakan sebuah kepercayaan yang meyakini bahwa manusia harus memiliki hubungan yang baik dengan manusia lainnya, alam, leluhur dan arwah-arwah dari manusia yang telah meninggal.

Makam Megalitikum di Kampung Adat Pasunga

Makam Megalitikum di Kampung Adat Pasunga – foto @mas.indraena

Oleh sebab itu, masyarakat Sumba selalu berusaha berperilaku baik karena jika hubungannya dengan sesama manusia, alam, dan arwah-arwah tidak baik maka mereka akan mendapat penghukuman.

Makam megalitik yang ada pada Kampung Adat Pasunga terbuat dari batu yang berbentuk persegi panjang. Salah satu makam megalitik yang terkenal di kampung ini adalah Umbu Puda.

Makam ini berupa batu yang dipahat. Di atas makam terdapat dua ruangan untuk bersemayam kakak beradik yang bernama Umbu Puda dan Umbu Kaledi. Bagian tengah dari makam terdapat ruang lapang yang khusus digunakan untuk upacara adat.

Begitulah keunikan dari Kampung Adat Pasunga. Apakah kamu tertarik untuk mengunjunginya?

You may also like...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x