Kain Tenun Khas Sumba Barat, Keindahan yang Hakiki

Setelah puas mengunjungi wisata Sumba Barat yang dipenuhi dengan pantai, savana, dan perbukitan cantik, kini kita menengok kain tenun khas Sumba Barat yang bisa dibawa pulang untuk orang tersayang. Bagi masyarakat lokal, nilai kain tenun Sumba lebih dari sekedar sehelai pakaian, disana terletak sejarah, status sosial, dan kebanggaan akan leluhur.

Kain Tenun Khas Sumba Barat

Motif Kain Tenun Khas Sumba Barat

Setiap wilayah di Pulau Sumba memiliki kain tenun dengan ciri khasnya masing-masing, termasuk Sumba Barat. Kain tenun khas Sumba Barat umumnya bermotif kecil dan sedikit abstrak. Kain tenun sumba memiliki dua jenis, yaitu hinggi dan lau.

Jenis kain hinggi diperuntukkan untuk pria, karena kain ini memiliki ukuran yang panjang dan lebar. Cara pemakaiannya adalah dengan dililitkan di pinggang dan digantung di pundak, lalu diikat dengan lilitan tali bernama ruhu banggi.

Sedangkan kain lau berbentuk sarung dan dikenakan oleh wanita. Cara penggunaannya adalah kain diapit di ketiak kiri, lalu dilipat di bagian pinggang dan disangkutkan ke pundak kiri.

Pada kain pria, motif seringkali berupa garis, titik-titik, dan mamoli (perhiasan khas Sumba berbentuk anting-anting besar) di tepinya. Sementara untuk wanita, motif kainnya berupa gambar belah ketupat (mata kerbau) dan segitiga (ekor kuda). Bentuk motif itu berasal dari gambaran maskawin pria yang biasa digunakan untuk melamar wanita Sumba.

Mamoli yang menggambarkan kesuburan wanita ditaruh di kain pria. Sedangkan mata kerbau dan ekor kuda yang menjadi simbol maskulin dirajut pada kain tenun wanita. Kedua kain itu kerap hadir dalam setiap acara adat di Sumba untuk memberikan keseimbangan.

Kain tenun khas Sumba Barat memang banyak menggunakan gambar hewan dengan filosofinya masing-masing. Beberapa karakter yang kerap digunakan seperti kura-kura (simbol kesetiaan), buaya (simbol keperkasaan pria), kuda (simbol kekuatan dan kejantanan), dan ayam (simbol perempuan yang sudah berumah tangga).

Kain Tenun Khas Sumba Barat

Kan Tenun Khas Sumba – Foto: @timoer.trend

Fungsi dan Makna

Selain digunakan sebagai bahan pakaian, kain tenun khas Sumba Barat juga menghadirkan makna sosio-religius. Kain tenun bisa menjadi gambaran kelas sosial seseorang. Jumlah kain yang dimiliki menggambarkan tingginya kedudukan si pemilik di mata masyarakat.

Kain tenun terbaik digunakan untuk menutup jenazah sebagai simbol penghormatan kepada almarhum. Para pelayat datang juga dengan mengenakan kain tenun sebagai tanda belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Bagi masyarakat Sumba, kain tenun menjadi simbol budaya dan kerap hadir di beragam acara penting, seperti pernikahan, kematian, menyambut tamu, dan permintaan maaf.

Cara Pembuatan Kain Tenun Sumba

Kain tenun khas Sumba Barat dibuat dengan metode dan peralatan tradisional yang tidak berubah sejak dulu. Perkembangan zaman dan selera pasar memang mengubah beberapa bahan baku, seperti kapas yang berganti menjadi benang pabrik, atau pewarna alami menjadi pewarna kain sintetis. Namun, proses pembuatannya masih terjaga sampai sekarang.

Untuk langkah awal, benang pabrik dibentuk menjadi lungsingan seukuran kain yang akan dijahit. Langkah selanjutnya adalah membuat corak atau motif. Pembuatan motif ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yang akan menentukan nama dari kain tenun tersebut. Setidaknya ada 3 macam kain tenun khas Sumba Barat, yaitu:

  • Kain pahikung, dibuat dengan teknik ikat
  • Kain pawora, dibuat dengan teknik anyaman, kemudian diberi pewarna alami (wora)
  • Kain lambelako, dibuat dengan lidi atau bilah bambu yang disisipkan pada sela-sela benang, lalu ditekan mengikuti pola tertentu
Kain Tenun Khas Sumba Barat

Beragam Corak Kain Tenun – Foto: @tenunindonesia.go.id

Baca juga artikel lain dari kami yang membahas budaya Sumba:

Daya Tarik Wisata

Selain destinasi wisata alamnya yang memesona, kain tenun Sumba tentu juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bagaimana tidak, selain indah, kain tenun ini memiliki nilai sosial, sejarah, dan cara pembuatan yang menarik.

Pemerintah daerah tentu sadar akan potensi ini. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mengadakan festival tenun ikat Sumba yang diikuti oleh ribuan penenun. Festival ini diharapkan dapat mengenalkan kekayaan leluhur Sumba kepada dunia.

Selain itu, meningkatnya animo wisatawan terhadap kain tenun khas Sumba Barat tentu menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat lokal. Jika berkujung ke Sumba, kita akan menemukan banyak warga yang memproduksi kain tenun ini dalam skala home industry. Banyak dari mereka yang mengandalkan kain tenun sebagai sumber penghasilan tambahan.

Kain Tenun Khas Sumba Barat

Kain Tenun Sumba Sebagai Daya Tarik Wisata – Foto: @CNNindonesia

Maka dari itu, jika sedang berlibur ke Sumba, jangan lupa beli oleh-oleh kain tenun. Selain menjadi kenang-kenangan, kita juga bisa membantu keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang mengandalkan pemasukan dari sektor pariwisata.

Selamat menikmati Sumba yang lebih hakiki dan sampai bertemu di artikel selanjutnya!

You may also like...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x