4 Hal Mistis di Pulau Sumba

4 Hal Mistis di Pulau Sumba – Di balik keindahan pesona alamnya, Sumba menyimpan beberapa hal mistis yang biasanya berhubungan dengan adat istiadat mereka.

Meskipun demikian, hal paling menarik di Sumba justru adalah cara masyarakat lokal menjaga adat istiadat namun tetap hidup berdampingan dengan peradaban.

Wisatawan dapat dengan mudah melihat sebuah perkampungan adat di tengah kota, dimana dua entitas itu malah bersinergi menyihir pendatang dengan toleransi di antara mereka.

Nah, apakah kalian penasaran dengan hal-hal mistis lain di dataran Sumba? Mari kita cari tahu melalui daftar berikut.

Kepercayaan Marapu

Marapu – Foto @jolamontt

Masyarakat di Pulau Sumba memiliki satu kepercayaan asli yang masih banyak dianut hingga saat ini, yaitu kepercayaan Marapu. Sekitar setengah dari populasi Sumba memiliki kepercayaan ini.

Masyarakat Sumba memiliki keyakinan bahwa manusia harus memelihara hubungan yang baik dengan sesama manusia, hubungan antara manusia dengan alam, juga hubungan antara manusia dengan arwah-arwah yang telah meninggal.

Upacara keagamaan Marapu misalnya upacara kematian selalu dilengkapi dengan upacara penyembelihan hewan ternak seperti kerbau atau hewan lainnya.

Orang Sumba percaya bahwa roh leluhur selalu ikut saat upacara kematian dan sembelihan hewan merupakan wujud persembahan.

Makam atau Kuburan Megalitik

Mistis

Makam Megalitik di Kampung Tarung – Foto @perezjanuar

Sumba merupakan sebuah wilayah dimana wisatawan dapat dengan mudah melihat kehidupan dan kematian eksis secara berdampingan. Hal ini dikarenakan makam megalitik lazim ditemukan di halaman rumah dan perkampungan adat.

Masyarakat Sumba memiliki kepercayaan bahwa setelah meninggal, orang Sumba tidak bisa jauh dari kerabat mereka sehingga didirikanlah makam di depan rumah mereka. Rumah adat dan batu kubur merupakan entitas yang sulit untuk dipisahkan.

Makam megalitik selalu dihiasi dengan ornamen megah sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Selain itu, ornamen tersebut juga menggambarkan derajat atau status kebangsawanan dari pemilik makam dan kerabatnya.

Baca juga mengenai petualangan ke kampung adat:

Kisah Danau Laputi

Mistis

Danau Laputi, Apakah Mistis? – Foto: Awit Suwito

Danau Laputi terkenal karena entitas airnya yaitu Belut Apu. Belut Apu dipercaya sebagai nenek moyang dari masyarakat Sumba. Dalam bahasa Sumba Timur, “Apu” berarti nenek.

Belut Apu dianggap sebagai jelmaan nenek moyang yang menjaga mata air, dimana mata air tersebut merupakan sumber penghidupan warga sekitar.

Masyarakat sekitar sangat menjaga keberadaan Danau Laputi, baik itu dari sampah, penangkapan ikan, hingga perusakan tanaman sekitar danau. Mereka menganggap jika mengganggu “Apu” berarti mengganggu keseimbangan alam.

Karena sangat terjaga, Danau Laputi memiliki air yang sangat jernih. Wisatawan dapat dengan mudah melihat dasar danau di bagian yang tidak terlalu dalam.

Larangan Mistis di Kampung Adat

Rumah-Rumah di Kampung Tarung – Foto @vasily_pronin_bali

Sebagian orang bisa saja menganggap hal ini mistis atau bisa saja tidak. Di rumah-rumah Kampung Tarung, salah satu kampung adat di Sumba Timur, ada bagian rumah yang tidak boleh dimasuki atau dilewati perempuan menantu.

Apakah hal ini masih berlangsung hingga sekarang? Ya, hal ini masih dipercaya oleh masyarakat Kampung Tarung. Misalnya seorang laki-laki menikah dan tinggal di rumah laki-laki tersebut, maka istrinya tidak boleh melewati bagian rumah tersebut.

Meskipun demikian, anak perempuan dari orangtua tersebut tetap diperbolehkan, intinya tidak boleh untuk perempuan yang bukan keturunan langsung. Jika dilanggar dipercaya akan mendatangkan hal-hal yang tidak baik.

You may also like...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x