Tentang Sumba Hospitality Foundation

Sumba Hospitality Foundation merupakan sekolah perhotelan Internasional di Sumba. Sekolah pariwisata ini digagas oleh  Inge De Lathauwer, perempuan berkebangsaan Belgia. Sekolah ini dibangun pada tahun 2015 dan mulai beroperasi pada tahun 2016. Inge mempercayakan penggelolaan sekolah pada warga kabupaten Sumba Barat yang bernama Redempta T Bato.

Melalui pendidikan Sumba Hospitality Foundation berupaya membangun sumberadaya manusia di Sumba agar tidak hanya memanfaatkan alam yang indah tapi juga dapat menjaga kelestarian alam. Pendidikan pariwisata yang terintegrasi ini pada masa mendatang diharapkan menciptakan generasi muda Sumba tidak hanya jadi penonton, tapi juga mencinptakan pelaku dalam industri pariwisata di Sumba yang bangga dengan budaya sendiri dan mencintai alam.

Karenanya dalam komplek kampus yang terletak di Jalan Mananga Aba, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, kita tidak akan menyumpai sekolah dalam bentuk yang lazim. Tapi kita akan menjumoa bangunan khas Sumba yang difungsikan sebagai sekolah, hotel,  restoran, dan lahan pertanian. Unik semua bangunan itu berfungsi sebag hotel, restoran, dan lahan pertanian betulan. Jadi sekolah langsung praktek! Yang lebih istimewa;  pengajar di kampus ini kebanyakan relawan internasional yang berpengalaman dibicang masing-masing.

Mari kita lihat lebih dekat Sumba Hospitality Foundation

Sekolah Perhotelan

sumber: sumbahospitalityfoundation.org

Sumba Hospitality Foundation merupakan sekolah orang miskin yang bertaraf internasional. Karena itu harapan bahwa pendidikan akan dapat memutus rantai kemiskinan menjadi prinsip dasar yang harus dipegang teguh. Sekolah ini menawarkan empat bidang keahlian yang sangat dibutuhkan dalam industri perhotelan antara lain: Restoran dan Bar, Tata boga, Resepsionis, dan Tata graha. Selain itu sekilah juga menyedian kelas-kelas lain untuk memperdalam keahlian dalam perhotelan. Kelas-kelas itu antara lain: Bahasa Inggris, Keterampilan Komputer, Keterampilan Hidup, dan Permakultur.

Hotel

sumber: booking,com

Di kompleks kampus, sekolah menyediakan 5 rumah khas Sumba  untuk penginapan. Siswa dapat mempraktekan langsung apa yang sudah siswa pelajari dibidang  Tata Graha. Pada High Season atau musim liburan hotel ini biiasanya penuh di isi wisatawan asing yang ingin menikmati keindahan Sumba.

Hotel di kampus Sumba Hospitality Foundation dikenal dengan nama Maringi Eko Resort. Memasuki resot ini, kamu serasa memasuki perkampungan Sumba dalam suasana modern. Resort ini memiliki 9 pavilium dari bambu yang mewah. Merkipun karyawan hotel ini adalah siswa yang sedang belajar, jangan kawatir, kamu tetap akan bisa merasakan pelayanan kelas satu di Maringi Eko Resort.

Restoran

sumber: sumbahospitalityfoundation.org

Restoran dibangun dengan gaya arsitektur Sumba yang keren. Restoran ini menawarkan berbagai hidangan lokal dan internasional. Restoran dengan dapurnya juga dimanfaatkan untuk sarana pelatihan siswa untuk memperdalam kemampuan mereka dibidang pelayanan atau penyajian dan bar.

Meskipun siswa terlibat aktif dalam pelayanan di restoran, jangan cemas, siswa-siswa tersebut bukan amatir dan mereka belajar dibawah bimbingan chef profesional, jadi untuk masalah rasa restoran di Maringi Eko Resort bisa bersaing dengan hotel berbintang lima lainnya.

Lahan Pertanian

sumber: sumbahospitalityfoundation.org

Hal yang menarik dari Sumba Hospitality Foundation adalah penggunaan konsep permakultur. Permakultur merupakan konsep pertanian berkelanjutan  yang terintegarasi dengan hotel, restoran, dan keseluruhan desain Sumba Hospitality Foundation. Lahan pertanian organik menjadi hal penting dalam hal ini.

Di sini, siswa diajarkan mengembangkan dan menggelolah pertanian organik yang berkelanjutan. Konsep permakultur juga mengajarkan bagaimana siswa mencintai dan memanfaatkan potensi alam tanpa melakukan eksploitasi sehingga alam tetap terjaga dan lestari. Produk-produk dari pertanian organik ini disajikan di restoran Maringi Eko Resort sehingga semua yang tersaji benar-benar fresh.

Kesadaran untuk komitmen menjaga lingkungan dan memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan, Sumba Hospitality Foundation menggunakan sel surya untuk menghasilkan listrik. Ada 288 panel sel surya yang memungkinkan Sumba Hospitality Foundation menghasilkan listrik secara mandiri.

Di samping itu, Sumba Hospitality Foundation juga telah menginstal sistem pengelolaan air limbah yang memungkin penggunaan ulang 90% air untuk irigasi pertanian organik. Dengan model ini Sumba Hospitality Foundation sebenarnya sedang menjalankan konservasi alan dan energi hijau di Pulau Sumba. Ini mungkin hal unik yang belum pernah dilakukan sekolah-sekolah pariwisata lain di Indonesia.

You may also like...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x