Uma Bokulu, Rumah Adat Sumba Barat yang Terkenal

Uma Bokulu – Selain terkenal memiliki banyak tempat wisata, ternyata Sumba juga menyimpan kebudayaan yang sampai sekarang masih terjaga.

Salah satu yang bisa kamu lihat yaitu beberapa rumah ada yang terdapat di sini. Di era modernisasi sekarang, ternyata masyarakat Sumba masih tetap menjaga dengan teguh budayanya. Hal ini tentu sangat bagus karena seperti kita menjaga identitas kita.

Di Sumba terdapat kampung adat  yang bernama Kampung Adat Praijing. Lokasinya terletak di Desa Tebara, Kecamatan Waikaibubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Desa adat Ratenggaro

Desa Adat Ratenggaro – Sumber: sociolla.com

Di kampung inilah berdiri kurang lebih 38 rumah adat khas Sumba. Namun sebenarnya jumlah rumah adat di kampung tersebut kurang lebih 42 rumah. Jumlahnya berkurang setelah terjadi kebakaran pada tahun 2002.

Sementara untuk jarak Kampung Adat Praijing dari pusat kota Waikabubak kurang lebih 3 km. Jarak yang memang cukup dekat sehingga tidak sulit datang ke kampung ini.

Di kampung ini terdapat dua jenis rumah adat. Rumah adat di Sumba biasa dinamakan Uma Bokulu dan Uma Mbatangu.

Untuk Uma Bokulu memiliki arti besar. Kemudian untuk Uma Mbatangu memiliki arti menara. Rumah tradisional yang ada di Sumba juga terkenal memiliki bentuk bangunan yang unik.

Rumah adat di sini berupa rumah panggung dan atap berundak yang menjulang seperti menara.

Mengenal Uma Bokulu, Rumah Adat Sumba Barat yang Populer

Uma Bokulu

Uma Bokulu – Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Kali ini kami akan mengajak kamu untuk berkenalan dengan rumah adat Sumba yaitu Uma Bokulu.

Setelah ini kamu bisa tahu bahwa selain mengunjungi tempat wisata pantai, air terjun, dan bukitnya, kamu juga bisa mengunjungi rumah adat di Sumba yang tentunya akan menjadi wisata edukasi yang sangat seru dan bermanfaat bagi kamu.

1. Gaya Arsitektur Uma Bokulu, Khas Sumba

Seperti yang kami jelaskan bahwa rumah adat Sumba memiliki keunikan dibandingkan dengan rumah adat pada umumnya. Salah satu keunikannya terdapat pada atap yang menjulang tinggi dan bentuknya seperti menara.

Rumah tersebut disusun dengan tiga bagian. Pertama, Lei Bangun yang merupakan kolong bawah rumah yang dimanfaatkann sebagai tempat untuk merawat ternak.

Uma Bokulu

Uma Bokulu – Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Kedua, Rongu Uma atau lantai dua yang dipakai sebagai tempat tinggal. Ketiga, Uma Daluku yang merupakan menara atau loteng dan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan makanan serta pusaka.

Di bagian atas rumah, kamu juga bisa menemukan tiang-tiang berukir yang dipakai untuk membedakan mana yang merupakan pintu pria dan mana pintu wanita.

Pintu laki-laki biasanya digunakan oleh kepala rumah tangga maupun ayah ketika memasuki rumah. Sementara itu, pintu wanita digunakan oleh ibu untuk keluar ketika ingin berbelanja.

2. Makna yang Tersimpan Di Uma Bokulu

Lalu seperti apa makna yang tersimpan pada rumah adat Sumba Barat tersebut?

Masyarakat sekitar percaya bahwa Marapu selalu mengawasi mereka melalui menara ini.

baca juga :

Uma Bokulu

Uma Bokulu di desa ratenggaro, sumber : Pegipegi

Maka dari itu, bagian menara tersebut selalu mendapatkan perlakuan khusus. Menara yang ada di tengah rumah ditopang oleh empat pilar yang juga digunakan sebagai penopang rumah.

Kemudian, ruang yang ada diantara keempat tiang tersebut dipakai sebagai tempat memasak. Ada juga sebuah tempat yang mirip seperti perapian yang dipakai sebagai tempat untuk mengawetkan makanan.

Di bagian tiang juga ada seperti ukiran yang seperti kami jelaskan tadi bahwa ukiran tersebut untuk membedakan mana pintu laki-laki dan mana pintu perempuan.

Uma Bokulu kaya akan nilai budaya sehingga membuatnya tetap dijaga dan dilestarikan hingga sekarang. Masyarakat Sumba Barat juga tetap mengajarkan kepada generasi muda agar selalu menjaga rumah adat ini karena merupakan identitas dan merupakan warisan budaya yang jangan sampai hilang.

3. Jangan Lupa Berfoto dengan Kain Khas Sumba 

Kain tenun sumba di Kampung adat Ratenggaro

Kain tenun sumba di Kampung adat Ratenggaro – foto milik @fideliasenjaya

Setelah kamu mengunjungi rumah adat Sumba Barat, jangan lupa untuk mengabadikan momen liburanmu di sini. Kamu bisa berfoto menggunakan kain khas Sumba, yaitu kain tenun.

Kain tersebut memiliki motif kha Sumba dengan warna cerah serta corak yang bagus.

Untuk harga kain tenun tersebut beragam, mulai 500.000 sampai 6.000.000. Kamu bisa berfoto di depan rumah Sumba dengan mengenakan kain khas tersebut.

Foto di depan rumah adat Sumba Barat akan menjadi salah satu momen yang tidak bisa kamu lupakan.

You may also like...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x