<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pau &#8211; Trip Sumba</title>
	<atom:link href="https://tripsumba.com/tag/pau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tripsumba.com</link>
	<description>Guide Explore Pulau Sumba</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jul 2020 13:03:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.13</generator>

<image>
	<url>https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/iconisland.png</url>
	<title>pau &#8211; Trip Sumba</title>
	<link>https://tripsumba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Pesona Kampung Pau Umabara di Sumba Timur</title>
		<link>https://tripsumba.com/desa-adat/kampung-pau-umabara-sumba-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[yessif]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 04:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Desa Adat]]></category>
		<category><![CDATA[backpacker sumba]]></category>
		<category><![CDATA[desa adat]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi sumba]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi wisata sumba]]></category>
		<category><![CDATA[info sumba]]></category>
		<category><![CDATA[info wisata sumba]]></category>
		<category><![CDATA[kampung adat]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Adat Pau Umabara]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung adat Sumba]]></category>
		<category><![CDATA[kampung pau umabara]]></category>
		<category><![CDATA[liburan ke sumba]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi Kampung Pau Umabara]]></category>
		<category><![CDATA[ntt]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[opentrip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[paket tour sumba]]></category>
		<category><![CDATA[paket trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata sumba]]></category>
		<category><![CDATA[pau]]></category>
		<category><![CDATA[Pau Umabara]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[private trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[pulau sumba]]></category>
		<category><![CDATA[solo trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[sumba]]></category>
		<category><![CDATA[sumba island]]></category>
		<category><![CDATA[sumba timur]]></category>
		<category><![CDATA[sumba travel package]]></category>
		<category><![CDATA[sumba trip]]></category>
		<category><![CDATA[tenuk Kampung Pau Umabara]]></category>
		<category><![CDATA[tenun pahikung]]></category>
		<category><![CDATA[tenun sumba]]></category>
		<category><![CDATA[tour sumba]]></category>
		<category><![CDATA[travel sumba]]></category>
		<category><![CDATA[traveller sumba]]></category>
		<category><![CDATA[trip ke sumba]]></category>
		<category><![CDATA[trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[umabara]]></category>
		<category><![CDATA[umabarra]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata baru di sumba]]></category>
		<category><![CDATA[wisata pulau sumba]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sumba]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sumba ti8mur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2070</guid>

					<description><![CDATA[Kampung Pau Umabara &#8211; Menjelajahi tanah Sumba memang tidak ada habisnya. Mulai dari wisata alam, sampai wisata budaya, semuanya&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kampung Pau Umabara</strong> &#8211; Menjelajahi tanah Sumba memang tidak ada habisnya. Mulai dari wisata alam, sampai wisata budaya, semuanya tersedia.</p>
<p>Jika kamu ingin menjelajahi salah satu kebudayaan Sumba yang masih lestari hingga saat ini, Kampung Pau Umabara bisa jadi salah satu pilihan terbaik.</p>
<p>Kampung Pau Umabara atau Kampung Umabara atau Kampung Adat Pau, merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Kampung Pau Umabara tepatnya berada di pinggiran Sungai Melolo, Desa Watu Hadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Jarak tempuhnya sekitar 66 km dari Kota Waingapu.</p>
<div id="attachment_2069" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2069" class="size-full wp-image-2069" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Warga-kampung-Pau-Umabara-menjajakan-kain-Tenun-Pahikung.-Foto-instagram-lennyagustin18-e1595250180131.jpg" alt="Warga kampung Pau Umabara menjajakan kain Tenun Pahikung. Foto: instagram/lennyagustin18" width="650" height="650" /><p id="caption-attachment-2069" class="wp-caption-text">Warga kampung Pau Umabara menjajakan kain Tenun Pahikung. Foto: instagram/lennyagustin18</p></div>
<p>Sepasang pohon beringin di gerbang pintu masuk akan menyambut kehadiran para pengunjung. Menjelajah lebih jauh, kita akan mendapati tatanan desa yang masih sangat tradisional.</p>
<p>Jangan lewatkan untuk melihat bangunan khas zaman megalitik, mampir ke rumah tradisional Sumba dan melihat proses pembuatan kain tenun.</p>
<h3><strong>Kebudayaan Megalitikum di Kampung Pau Umabara</strong></h3>
<div id="attachment_2064" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2064" class="wp-image-2064 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bangunan-megalitik-di-Kampung-Pau-Umabara.-Foto-Google-Maps-Sugih-SM-e1595249941330.jpg" alt="Bangunan megalitik di Kampung Pau Umabara. Foto: Google Maps / Sugih SM" width="650" height="366" /><p id="caption-attachment-2064" class="wp-caption-text">Bangunan megalitik di Kampung Pau Umabara. Foto: Google Maps / Sugih SM</p></div>
<p>Jika mengunjungi Kampung Pau Umabara, kita akan mendapati bangunan-bangunan batu yang masih berdiri kokoh. Peninggalan era prasejarah Sumba ini memang masih terjaga dengan baik, karena peran serta warga setempat yang masih melestarikan kebudayaan megalitikum.</p>
<p>Hal ini juga tak terlepas dari kepercayaan yang masih dianut warga setempat. Sebagian warga di kampung ini masih memeluk kepercayaan Marapu.</p>
<p>Kepercayaan ini memberikan peghormatan pada arwah nenek moyang, dan mempercayai bahwa batu besar memiliki kekuatan yang sakral.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://tripsumba.com/desa-adat/mengenal-kampung-adat-bodo-ede-di-sumba-barat/">Kampung Adat Bodo Ede di Sumba Barat</a></p>
<h3><strong>Perkampung Adat Pau Umabara</strong></h3>
<div id="attachment_2066" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2066" class="wp-image-2066 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Rumah-tradisional-di-Kampung-Pau-Umabara-Sumba.-Foto-instagram-sumbamemories-e1595248568387.jpg" alt="Rumah tradisional di Kampung Pau Umabara Sumba. Foto: instagram/sumbamemories" width="650" height="650" /><p id="caption-attachment-2066" class="wp-caption-text">Rumah tradisional di Kampung Pau Umabara Sumba. Foto: instagram/sumbamemories</p></div>
<p>Perkampungan Umabara dibangun di sekitar Sungai Melolo. Lokasi ini konon dimaksudkan untuk mengatasi kesulitan air. Di sini pengunjung akan mendapati perkampungan dengan tatanan khas kearifan lokal.</p>
<p>Ada kebun warga di pinggiran sungai, serta kuburan di pinggiran kampung. Rumah-rumah di sini didirikan saling berhadapan, dengan lapangan di bagian tengah yang disebut dengan <em>talora</em>.</p>
<p>Selain itu, penduduk setempat juga mendirikan Uma Lai Kapangu sebagai bentuk penghormatan akan arwah leluhur. Istilah <em>uma</em> sendiri berarti rumah.</p>
<p>Rumah adat ini dipercaya sebagai tempat tinggal leluhur marga Watu Pelitu. Di sini kita akan mendapati seperangkat gong yang bernama <em>kapangu</em> serta meriam di luar rumah.</p>
<p>Rumah adat ini diyakini begitu sakral, sehingga tidak boleh ditempati oleh manusia. Rumah ini juga hanya boleh diterangi oleh lampu minyak kelapa.</p>
<h3><strong>Sejarah Upacara Yila Watu</strong></h3>
<div id="attachment_2068" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2068" class="wp-image-2068 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Ukiran-batu-di-Kampung-Pau-Umabara.-Foto-instagram-totoprass-e1595250072576.jpg" alt="Ukiran batu di Kampung Pau Umabara. Foto: instagram/totoprass" width="650" height="650" /><p id="caption-attachment-2068" class="wp-caption-text">Ukiran batu di Kampung Pau Umabara. Foto: instagram/totoprass</p></div>
<p>Kampung Pau Umabara masih memiliki tradisi megalitik yang masih terjaga hingga saat ini. Salah satunya adalah cerita mengenai upacara Yila Watu atau tarik batu.</p>
<p>Upacara Yila Watu merupakan upacara yang dilakukan saat penguburan tetua adat setempat. Upacara ini terakhir dilakukan pada tahun 1983.</p>
<p>Rangkaian upacara berlangsung selama 55 hari, sedangkan persiapan batu kuburnya sendiri memakan waktu 22 hari.</p>
<p>Dalam upacara ini, ratusan orang terlibat untuk menarik batu seberat tujuh ton. Batu ini ditarik dalam jarak tempuh sekitar tiga kilometer.</p>
<h3><strong>Kampung Adat Pau Umabara, Punya Tenun Pahikung</strong></h3>
<div id="attachment_2067" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2067" class="wp-image-2067 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Tenun-Pahikung.-Foto-instagram-lennyagustin18-e1595250097429.jpg" alt="Tenun Pahikung khas Sumba. Foto: instagram/lennyagustin18" width="650" height="650" /><p id="caption-attachment-2067" class="wp-caption-text">Tenun Pahikung khas Sumba. Foto: instagram/lennyagustin18</p></div>
<p>Kampung Pau Umabara juga dikenal akan hasil tenun ikatnya. Kain di sini disebut dengan tenun pahikung. Pahikung sendiri merupakan teknik menenun ikat yang dikombinasikan dengan teknik songket, di mana ada motif benang timbul di dalamnya.</p>
<p>Bahan alami masih banyak digunakan di pembuatan kain tenun Sumba Timur. Diantaranya adalah akar mengkudu untuk warna merah dan kyu kuning untuk warna kuning. Proses pembuatannya bisa memakan waktu 2-3 minggu.</p>
<p>Kain tenun pahikung dikenal sebagai salah satu kain tenun terbaik di Sumba. Oleh karena itu, jangan lupa untuk membeli hasil tenun dari kampung ini sebagai oleh-oleh.</p>
<p><strong>Baca juga :</strong> <a href="https://tripsumba.com/budaya/kain-tenun-khas-sumba-barat/">Kain Tenun Khas Sumba Barat</a></p>
<h3><strong>Fasilitas di Kampung Pau Umabara</strong></h3>
<p>Untuk saat ini, fasilitas wisata di Kampung Pau Umabara masih cukup terbatas. Tidak ada tempat penginapan khusus di kampung ini, sehingga biasanya wisatawan menginap di Kota Waingapu.</p>
<p>Untuk bisa mencapai kampung ini, pengunjung bisa menaiki bus kecil dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam dari Kota Waingapu. Untuk tempat makan, pengunjung bisa menemukan beberapa tempat makan sederhana dalam jarak 5 kilometer di luar obyek wisata.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/230 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching 49/54 queries in 0.139 seconds using redis

Served from: tripsumba.com @ 2026-10-07 04:32:10 by W3 Total Cache
-->