<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Katiku Wai &#8211; Trip Sumba</title>
	<atom:link href="https://tripsumba.com/tag/desa-katiku-wai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tripsumba.com</link>
	<description>Guide Explore Pulau Sumba</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 May 2022 10:01:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.13</generator>

<image>
	<url>https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/iconisland.png</url>
	<title>Desa Katiku Wai &#8211; Trip Sumba</title>
	<link>https://tripsumba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pesona Gunung Wanggameti, Puncak Tertinggi Sumba</title>
		<link>https://tripsumba.com/bukit/pesona-gunung-wanggameti-sumba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2022 13:24:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukit]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Katiku Wai]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nggoni]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Wanggameti]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sumba timur]]></category>
		<category><![CDATA[waingapu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2609</guid>

					<description><![CDATA[Gunung Wanggameti mungkin bukan sebuah nama yang akrab bagi sebagian besar wisatawan Sumba. Mengingat hampir semua destinasi wisata Sumba&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gunung Wanggameti</strong> mungkin bukan sebuah nama yang akrab bagi sebagian besar wisatawan Sumba.</p>
<p>Mengingat hampir semua destinasi wisata Sumba yang berkeliaran di internet tidak jauh dari pantai, savana, bukit, air terjun, dan desa adat.</p>
<p>Namun, ada kalanya kita perlu mencoba mengunjungi tempat yang tidak <em><i>mainstream</i></em>, bukan?</p>
<p>Gunung ini terletak di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Sumba sendiri memiliki tiga kabupaten lain, yaitu Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah.</p>
<p>Kabupaten Sumba Timur memiliki beragam tempat wisata alam populer, seperti Bukit Wairinding, Bukit Tanarara, Pantai Walakiri, dan Padang Savana Puru Kambera.</p>
<p>Kini saatnya untuk mengunjungi alternatif tempat wisata lain.</p>
<div id="attachment_2612" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2612" class="wp-image-2612 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1-1024x678.jpg" alt="Gunung Wanggameti" width="620" height="411" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1-1024x678.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1-300x199.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1-768x508.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1.jpg 1077w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2612" class="wp-caption-text">Gunung Wanggameti &#8211; Foto @pendaki.id</p></div>
<h3><strong><b>Gunung Wanggameti Sumba</b></strong></h3>
<h4><strong><b>Lokasi Gunung Wanggameti</b></strong></h4>
<p>Gunung Wanggameti berlokasi di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, berjarak hampir 90 km dari Waingapu, atau sekitar tiga jam perjalanan mobil.</p>
<p>Taman nasional ini sendiri merupakan daerah perlindungan flora dan fauna di Pulau Sumba.</p>
<p>Taman ini harus dilindungi karena memiliki keanekaragaman hayati yang bernilai cukup tinggi, khususnya pada bagian taman yang terletak di ketinggian 800 meter dari permukaan laut.</p>
<p>Luas Taman Nasional Laiwangi Wanggameti mencakup tiga kecamatan di Sumba Timur.</p>
<p>Selain flora dan fauna, taman ini juga memiliki beberapa air terjun indah, seperti Air Terjun Laputi, Air Terjun Waikanabu, dan Air Terjun Wanggameti.</p>
<p>Secara administratif, gunung ini berada di perbatasan Desa Katiku Wai (Kecamatan Matawai Lapau) dan Desa Nggoni (Kecamatan Karera).</p>
<p>Gunung ini merupakan titik tertinggi di Pulau Sumba, dengan puncak yang berada di ketinggian 1.225 meter dari permukaan laut.</p>
<p>Seperti gunung tinggi pada umumnya, Gunung Wanggameti memiliki beberapa puncak, seperti Puncak Kuang, Nggiku, dan Halawala.</p>
<div id="attachment_2614" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2614" class="wp-image-2614 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2-1024x687.jpeg" alt="Gunung Wanggameti" width="620" height="416" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2-1024x687.jpeg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2-300x201.jpeg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2-768x515.jpeg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2.jpeg 1047w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2614" class="wp-caption-text">Taman Nasional Laiwangi Wanggameti &#8211; Foto @triptrus</p></div>
<h3><strong><b>Wanggameti, Gunung Sakral</b></strong></h3>
<p>Gunung ini merupakan satu dari empat kawasan utama yang dipercaya sebagai sumber kehidupan ekonomi, sosial budaya, dan kesehatan bagi rakyat Sumba.</p>
<p>Hal ini dikarenakan rakyat Sumba percaya bahwa Gunung Wanggameti memberi air, bahan pangan, kayu, dan tanaman obat-obatan sejak zaman dahulu.</p>
<p>Nenek moyang rakyat Sumba sangat menghormati pencipta alam semesta. Mereka melakukan sembahyang di pusat-pusat sumber daya air.</p>
<p>Masyarakat Sumba memang identik dengan air. Itulah mengapa ibukota kabupaten selalu diawali dengan kata <em><i>wai </i></em>atau <em><i>wee </i></em>yang berarti <em><i>air, </i></em>yaitu Waingapu, Waikabubak, Waibakul, dan Weetebula (sekarang menjadi Tambolaka).</p>
<p>Gunung tertinggi di Sumba ini memiliki beberapa sungai esensial yang berhulu di tubuhnya, yaitu Sungai Kambaniru, Sungai Ananjaki, dan Sungai Parrunggading.</p>
<p>Sungai-sungai ini memberi penghidupan yang layak pada masyarakat Sumba, salah satunya sebagai sumber irigasi sawah.</p>
<div id="attachment_2613" style="width: 910px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2613" class="wp-image-2613 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3.jpg" alt="Gunung Wanggameti" width="900" height="506" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3.jpg 900w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3-300x169.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3-768x432.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3-520x292.jpg 520w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3-720x404.jpg 720w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-2613" class="wp-caption-text">Suasana gunung &#8211; Foto @mongabay</p></div>
<p>Jika sedang mengunjungi Sumba Timur, jangan lupa baca artikel kami yang lain:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/bukit/5-pesona-bukit-tanarara-di-sumba-timur/">Pesona Bukit Tanarara Sumba Timur</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/hotel/5-penginapan-murah-di-sumba-timur/">5 Penginapan Murah di Sumba Timur</a></li>
</ul>
<h4><strong><b>Edelweis di Puncak Gunung</b></strong></h4>
<p>Melihat lokasinya yang sampai memakan waktu tiga jam perjalanan dari Waingapu, tentu kita harus mengalokasikan waktu khusus saat mengunjungi gunung ini.</p>
<p><em><i>Travelling </i></em>ke Sumba memang harus menyediakan waktu yang panjang, bisa sampai 1-2 minggu. Apalagi jika kita ingin puas mendalami berbagai destinasi wisata di empat kabupaten.</p>
<p>Namun, jangan patah arang. Perjalanan yang jauh dan melelahkan akan dibayar lunas ketika kita sampai di Gunung Wanggameti.</p>
<p>Bahkan saat masih berada di padang savananya, kita sudah dapat menemukan pemandangan mengejutkan dari ratusan kuda, sapi, dan kerbau yang dilepasliarkan di savana.</p>
<p>Setelah itu, kita akan dikejutkan dengan penampakan bunga Edelweis di sepanjang jalan. Bagi pecinta gunung, Edelweis adalah simbol segala simbol.</p>
<p>Warna putihnya menandakan kesucian alam. Bunganya abadi karena memiliki hormon yang bisa mencegah kerontokan bunga.</p>
<p>Edelweis dan gunung adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bunga ini hanya bisa tumbuh di lokasi tinggi dengan suhu udara dan kelembapan tertentu.</p>
<p>Kondisi terakhir ini menjadikan Edelweis sebagai simbol cinta sejati. Karena digambarkan seorang lelaki harus berjuang mendaki puncak gunung untuk bisa memetik Edelweis dan membawanya pulang untuk sang kekasih.</p>
<p>Edelweis memiliki nama latin <em><i>Anaphalis javanica </i></em>atau <em><i>Javanese edelweiss</i></em>. Nama itu seakan-akan menandakan Edelweis hanya tumbuh di Pulau Jawa.</p>
<p>Namun, ternyata Pulau Sumba juga memilikinya di Gunung Wanggameti.</p>
<p>Jika memang tertarik mengunjungi Edelweis di Pulau Sumba, maka kita harus memperhatikan musim.</p>
<p>Bunga Edelweis di Sumba biasa mekar di antara bulan April dan Agustus. Dengan kata lain, bunga indah ini sedang mekar sempurna di musim kemarau.</p>
<p>Musim kemarau sendiri merupakan musim terbaik untuk melakukan <em>travelling</em> ke Sumba.</p>
<p>Mengingat kita bisa menikmati destinasi seperti pantai, savana tandus nan fotogenik, dan air terjun di musim kemarau. Sedangkan di musim hujan, kita bisa menemukan bukit-bukit hijau sejauh mata memandang.</p>
<div id="attachment_2611" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2611" class="wp-image-2611 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bunga-Edelweiss-4.jpg" alt="Gunung Wanggameti" width="740" height="555" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bunga-Edelweiss-4.jpg 740w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bunga-Edelweiss-4-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-2611" class="wp-caption-text">Edelweis Sumba &#8211; Foto @florafaunaofindonesia</p></div>
<h3><strong><b>Pendakian Gunung Wanggameti </b></strong></h3>
<p>Selain Edelweis dan binatang liar, Gunung Wanggameti juga menawarkan pemandangan lain, seperti melihat burung langka, serta matahari terbit dan tenggelam.</p>
<p>Sehingga lokasi ini memang cocok bagi mereka yang menyenangi wisata alam.</p>
<p>Titik awal pendakian Gunung Wanggameti yang paling populer adalah melalui gerbang masuk Taman Nasional Laiwangi Wanggameti.</p>
<p>Dari pos taman nasional, kita akan ditemani oleh guide yang sudah berpengalaman. Pendakian mencapai titik tertinggi Wanggameti akan menempuh perjalanan sejauh 7 km.</p>
<p>Puncak Gunung Wanggameti sendiri berupa lahan sempit yang rimbun oleh pepohonan, lengkap dengan papan penanda puncak.</p>
<p>Dari puncak ini, kita bisa melihat horizon Sumba Timur dari segala penjuru. Jangan lupa siapkan kamera agar bisa mengabadikan pemandangan ciamik dari ketinggian.</p>
<p>Jika ingin menikmati matahari terbit dan terbenam, perhatikan waktu mendaki agar bisa sampai ke puncak gunung sesuai waktu yang diinginkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/150 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching 41/54 queries in 0.844 seconds using redis

Served from: tripsumba.com @ 2026-10-07 03:38:01 by W3 Total Cache
-->