<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>reanhidayat &#8211; Trip Sumba</title>
	<atom:link href="https://tripsumba.com/author/reanhidayat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tripsumba.com</link>
	<description>Guide Explore Pulau Sumba</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Apr 2024 19:09:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.12</generator>

<image>
	<url>https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/iconisland.png</url>
	<title>reanhidayat &#8211; Trip Sumba</title>
	<link>https://tripsumba.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pantai Lenang Sumba, Wisata di Sumba Tengah Yang Indah</title>
		<link>https://tripsumba.com/pantai/pantai-lenang-sumba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2024 05:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[backpacker sumba]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi sumba]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi wisata sumba]]></category>
		<category><![CDATA[info sumba]]></category>
		<category><![CDATA[info wisata sumba]]></category>
		<category><![CDATA[liburan ke sumba]]></category>
		<category><![CDATA[ntt]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[opentrip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[paket tour sumba]]></category>
		<category><![CDATA[paket trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Lenang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Lenang sumba]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata sumba]]></category>
		<category><![CDATA[private trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[pulau sumba]]></category>
		<category><![CDATA[sumba]]></category>
		<category><![CDATA[sumba island]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[sumba travel package]]></category>
		<category><![CDATA[sumba trip]]></category>
		<category><![CDATA[tour sumba]]></category>
		<category><![CDATA[travel sumba]]></category>
		<category><![CDATA[traveller sumba]]></category>
		<category><![CDATA[trip ke sumba]]></category>
		<category><![CDATA[trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[wisata baru di sumba]]></category>
		<category><![CDATA[wisata pulau sumba]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sumba]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sumba tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=288</guid>

					<description><![CDATA[Pantai Lenang adalah salah satu pantai cantik dan masih alami yang terletak di Kabupaten Sumba Tengah, yang merupakan pemekaran&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pantai Lenang adalah salah satu pantai cantik dan masih alami yang terletak di Kabupaten Sumba Tengah, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat.</p>
<p>Kabupaten yang beribukota di Waibakul ini resmi berdiri pada 22 Mei 2017.</p>
<p>Wilayahnya berada di ketinggian 0-900 meter di atas permukaan laut (Mdpl), dengan hampir seluruh wilayah memiliki kemiringan ke arah pantai di utara.</p>
<p>Salah satu pantai itu, dan yang juga menjadi spot pariwisata di Kabupaten Sumba Tengah, adalah Pantai Lenang.</p>
<p><strong>Baca Juga ya :</strong></p>
<ul>
<li>Inilah 5 <a title="Tempat Wisata di Sumba Tengah" href="https://tripsumba.com/paket-trip/5-tempat-wisata-keren-di-sumba-tengah/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tempat Wisata di Sumba Tengah</a> yang bisa kamu kunjungi</li>
<li>Pesona <a title="Pantai Bina Natu Sumba" href="https://tripsumba.com/pantai/pesona-pantai-bina-natu-sumba-yang-luar-biasa/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Pantai Bina Natu Sumba</a> yang Luar Biasa</li>
</ul>
<div id="attachment_291" style="width: 790px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-291" class="wp-image-291 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Lenang-2.jpg" alt="" width="780" height="975" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Lenang-2.jpg 780w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Lenang-2-240x300.jpg 240w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Lenang-2-768x960.jpg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /><p id="caption-attachment-291" class="wp-caption-text">Pantai Biru Tosca &#8211; Foto @ebilabe</p></div>
<h3><strong><b>Pantai Lenang Punya Laut Biru Tosca dan Pasir Putih</b></strong></h3>
<p>Pantai Lenang terletak di Kecamatan Umbu Ratu Nggay yang berada di Desa Lenang. Secara statistik, pantai ini kurang begitu populer dan masih terjaga keperawanannya karena jarak yang lumayan jauh dari kota-kota besar di NTT.</p>
<p>Pantai Lenang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Waibakul, dan bahkan 2,5 jam dari Waikabubak (ibukota Kabupaten Sumba Barat).</p>
<p>Selain pantai ini, Desa Lenang juga memiliki destinasi wisata pantai lain yang tidak kalah cantik, yaitu Pantai Pahar.</p>
<p>Namun, jangan langsung patah arang. Perjalanan jauh akan segera terbayar lunas saat menginjakkan kaki di Pantai Lenang.</p>
<p>Pantai ini menawarkan pemandangan indah dengan warna laut biru tosca yang begitu menyejukkan mata.</p>
<p>Bentangan pasir putihnya mulus dan terlihat masih alami. Pantai yang jarang dijamah manusia seperti ini selalu menawarkan pengalaman yang berbeda.</p>
<p>Daerah pesisir pantai cukup sejuk karena kita akan menemukan deretan pepohonan rindang.</p>
<p>Sehingga, setelah puas berenang dan bermain air laut, kita bisa santai sembari tidur-tiduran di pasir tanpa takut gosong terkena cahaya matahari.</p>
<p>Bila berlibur bersama keluarga, jangan lupa membawa bekal makanan dan menikmatinya di bawah rindang pohon.</p>
<p>Sebenarnya, Desa Lenang tergolong daerah yang panas dan kering, tetapi pepohonan ini menjaga suasana Pantai Lenang tetap segar.</p>
<p>Seperti karakteristik pantai utara lain di Pulau Sumba, Pantai Lenang memiliki ombak dan arus yang tidak begitu ganas.</p>
<p>Tidak seperti pantai berombak besar di daerah selatan yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia, seperti Pantai Tarimbang yang kerap dijadikan tempat berselancar.</p>
<p>Oleh karena itu, pantai Lenang cocok untuk arena bermain bersama keluarga karena cukup aman. Ditambah lagi, terdapat banyak area teduh untuk menyantap bekal besama.</p>
<p>Kita juga bisa memanfaatkan pantai ini untuk kegiatan snorkeling santai menikmati pemandangan bawah laut.</p>
<h3><strong><b>Pantai Lenang, Spot Ideal Memancing</b></strong></h3>
<div id="attachment_290" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-290" class="wp-image-290 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Lenang-1-e1594546133946.jpg" alt="Pantai Lenang" width="650" height="813" /><p id="caption-attachment-290" class="wp-caption-text">Pantai Lenang &#8211; Foto @kristoumbu</p></div>
<p>Selain untuk tempat snorkeling dan bermain bersama keluarga, Pantai Lenong juga ideal sebagai lokasi memancing.</p>
<p>Jika kurang puas memancing dari pinggir pantai, bisa coba menyewa perahu nelayan sekitar untuk pergi memancing ke tengah laut.</p>
<p>Jangan lupa untuk membawa perbekalan dan alat pancing sendiri, termasuk kamera untuk mengabadikan keseruan dan membagikannya ke akun media sosial.</p>
<p>Laut dan pantai memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat di Sumba Tengah. Sebagian besar dari mereka mengandalkan hasil kekayaan laut sebagai mata pencaharian utama.</p>
<p>Potensi lautnya memang melimpah, tetapi kebanyakan nelayan ini masih menggunakan alat tradisional.</p>
<p>Tidak heran jika hasil laut Desa Lenang lebih banyak dinikmati nelayan dari desa lain dengan sarana tangkap yang lebih besar, seperti Mamboro, Waikelo, dan Flores.</p>
<p>Maka dari itu, Pantai Lenong bisa dimanfaatkan sebagai alternatif sumber pemasukan masyarakat jika memang bisa mengundang banyak wisatawan.</p>
<h3><strong><b>Wisata Kabupaten Sumba Tengah Lainnya</b></strong></h3>
<div id="attachment_293" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-293" class="wp-image-293 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Lenang-3-e1594546115995.jpg" alt="Pantai Lenang" width="650" height="813" /><p id="caption-attachment-293" class="wp-caption-text">Pantai Lenang di Kala Senja &#8211; Foto @shellynclaudia<b></b></p></div>
<p>Setelah puas bermain air di Pantai Lenang, kita bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata lain di Kabupaten Sumba Tengah.</p>
<p>Selain wisata pantai, kabupaten ini punya pilihan lengkap, mulai dari taman nasional, air terjun, sampai kampung adat. Beberapa contohnya seperti Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, Air Terjun Matayangu, dan Kampung Adat Pasunga.</p>
<p>Banyak tour agent yang memasukkan nama Lenang di itinerary berlibur Pulau Sumba. Namun, kebanyakan Desa Lenang dipakai sebagai rute perjalanan selewat saja.</p>
<p>Mayoritas jadwal wisatawan masih diarahkan ke destinasi wisata populer di Sumba, seperti Pantai Marosi, Walakiri, Ratenggaro, atau Mbawana. Silakan baca artikel <a href="https://tripsumba.com/pantai/pantai-walakiri-spot-melihat-sunset-terindah-di-sumba/">Pantai Walakiri</a> dan <a href="https://tripsumba.com/pantai/pantai-mbawana-pantai-batu-bolong-yang-mempesona/">Pantai Mbawana</a> dari kami.</p>
<p>Pantai Lenang sangat sanggup untuk menjadi tujuan destinasi wisata populer, bahkan untuk turis mancanegara.</p>
<p>Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melengkapi pantai ini dengan infrastruktur berupa akses jalan layak dan prasarana pendukung lain.</p>
<p>Siapa tahu Pantai Lenang bisa menjadi spot wisata pantai terkenal di Pulau Sumba.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uniknya Kain Tenun Khas Sumba Barat Dan Maknanya</title>
		<link>https://tripsumba.com/budaya/kain-tenun-khas-sumba-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2023 03:29:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kain tenun]]></category>
		<category><![CDATA[Kain Tenun Khas Sumba Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sumba barat]]></category>
		<category><![CDATA[wakaibubak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2056</guid>

					<description><![CDATA[Setelah puas mengunjungi wisata Sumba Barat yang dipenuhi dengan pantai, savana, dan perbukitan cantik, kini kita menengok kain tenun&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah puas mengunjungi wisata Sumba Barat yang dipenuhi dengan pantai, savana, dan perbukitan cantik, kini kita menengok kain tenun khas Sumba Barat yang bisa dibawa pulang untuk orang tersayang.</p>
<p>Bagi masyarakat lokal, nilai kain tenun Sumba lebih dari sekedar sehelai pakaian, disana terletak sejarah, status sosial, dan kebanggaan akan leluhur.</p>
<p>Salah satu kain tenun khas pulau Sumba yang bisa kalian temukan adalah kain tenun khas daerah Sumba Barat yang unik dan memiliki makna tinggi.</p>
<h3><strong><b>Motif Kain Tenun Khas Sumba Barat</b></strong></h3>
<div id="attachment_4380" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4380" class="size-full wp-image-4380" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Motif-Kain-Tenun-Khas-Sumba-Barat.jpg" alt="Motif Kain Tenun Khas Sumba Barat" width="640" height="480" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Motif-Kain-Tenun-Khas-Sumba-Barat.jpg 640w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Motif-Kain-Tenun-Khas-Sumba-Barat-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-4380" class="wp-caption-text">Motif Kain Tenun Khas Sumba Barat &#8211; Dini Thea</p></div>
<p>Setiap wilayah di Pulau Sumba memiliki kain tenun dengan ciri khasnya masing-masing, termasuk Sumba Barat.</p>
<p>Kain tenun khas Sumba Barat umumnya bermotif kecil dan sedikit abstrak. Kain tenun sumba memiliki dua jenis, yaitu <em><i>hinggi </i></em>dan <em><i>lau</i></em>.</p>
<p>Jenis kain <em><i>hinggi</i></em> diperuntukkan untuk pria, karena kain ini memiliki ukuran yang panjang dan lebar.</p>
<p>Cara pemakaiannya adalah dengan dililitkan di pinggang dan digantung di pundak, lalu diikat dengan lilitan tali bernama <em><i>ruhu banggi</i></em>.</p>
<p>Sedangkan kain <em><i>lau </i></em>berbentuk sarung dan dikenakan oleh wanita. Cara penggunaannya adalah kain diapit di ketiak kiri, lalu dilipat di bagian pinggang dan disangkutkan ke pundak kiri.</p>
<p>Pada kain pria, motif seringkali berupa garis, titik-titik, dan mamoli (perhiasan khas Sumba berbentuk anting-anting besar) di tepinya.</p>
<p>Sementara untuk wanita, motif kainnya berupa gambar belah ketupat (mata kerbau) dan segitiga (ekor kuda).</p>
<p>Bentuk motif itu berasal dari gambaran maskawin pria yang biasa digunakan untuk melamar wanita Sumba.</p>
<div id="attachment_4379" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4379" class="size-full wp-image-4379" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Khas-Sumba-Barat.jpg" alt="Kain Tenun Khas Sumba Barat" width="640" height="853" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Khas-Sumba-Barat.jpg 640w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Khas-Sumba-Barat-225x300.jpg 225w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-4379" class="wp-caption-text">Kain Tenun Khas Sumba Barat</p></div>
<p>Mamoli yang menggambarkan kesuburan wanita ditaruh di kain pria. Sedangkan mata kerbau dan ekor kuda yang menjadi simbol maskulin dirajut pada kain tenun wanita.</p>
<p>Kedua kain itu kerap hadir dalam setiap acara adat di Sumba untuk memberikan keseimbangan.</p>
<p>Kain tenun khas Sumba Barat memang banyak menggunakan gambar hewan dengan filosofinya masing-masing.</p>
<p>Beberapa karakter yang kerap digunakan seperti kura-kura (simbol kesetiaan), buaya (simbol keperkasaan pria), kuda (simbol kekuatan dan kejantanan), dan ayam (simbol perempuan yang sudah berumah tangga).</p>
<p>Baca juga artikel lain dari kami yang membahas budaya Sumba:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/budaya/kain-tenun-waikabubak/">Kain Tenun Waikabubak yang Populer</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/budaya/5-oleh-oleh-khas-tambolaka-sumba-barat-daya/">Oleh-Oleh Khas Tambolaka, Sumba Barat Daya</a></li>
</ul>
<div id="attachment_2059" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2059" class="wp-image-2059 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-3-819x1024.jpg" alt="Kain Tenun Khas Sumba Barat" width="620" height="775" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-3-819x1024.jpg 819w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-3-240x300.jpg 240w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-3-768x960.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2059" class="wp-caption-text">Kan Tenun Khas Sumba &#8211; Foto: @timoer.trend</p></div>
<h3><strong><b>Fungsi dan Makna Kain Tenun Sumba</b></strong></h3>
<p>Selain digunakan sebagai bahan pakaian, kain tenun khas Sumba Barat juga menghadirkan makna sosio-religius.</p>
<p>Kain tenun bisa menjadi gambaran kelas sosial seseorang. Jumlah kain yang dimiliki menggambarkan tingginya kedudukan si pemilik di mata masyarakat.</p>
<p>Kain tenun terbaik digunakan untuk menutup jenazah sebagai simbol penghormatan kepada almarhum.</p>
<p>Para pelayat datang juga dengan mengenakan kain tenun sebagai tanda belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.</p>
<p>Bagi masyarakat Sumba, kain tenun menjadi simbol budaya dan kerap hadir di beragam acara penting, seperti pernikahan, kematian, menyambut tamu, dan permintaan maaf.</p>
<h3><strong><b>Cara Pembuatan Kain Tenun Sumba</b></strong></h3>
<div id="attachment_2057" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2057" class="wp-image-2057 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-1.jpg" alt="Kain Tenun Khas Sumba Barat" width="768" height="511" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-1.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-1-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-2057" class="wp-caption-text">Beragam Corak Kain Tenun &#8211; Foto: @tenunindonesia.go.id</p></div>
<p>Kain tenun khas Sumba Barat dibuat dengan metode dan peralatan tradisional yang tidak berubah sejak dulu.</p>
<p>Perkembangan zaman dan selera pasar memang mengubah beberapa bahan baku, seperti kapas yang berganti menjadi benang pabrik, atau pewarna alami menjadi pewarna kain sintetis.</p>
<p>Namun, proses pembuatannya masih terjaga sampai sekarang.</p>
<p>Untuk langkah awal, benang pabrik dibentuk menjadi lungsingan seukuran kain yang akan dijahit. Langkah selanjutnya adalah membuat corak atau motif.</p>
<p>Pembuatan motif ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yang akan menentukan nama dari kain tenun tersebut.</p>
<p>Setidaknya ada 3 macam kain tenun khas Sumba Barat, yaitu:</p>
<ul>
<li>Kain <em><i>pahikung</i></em>, dibuat dengan teknik ikat</li>
<li>Kain <em><i>pawora</i></em>, dibuat dengan teknik anyaman, kemudian diberi pewarna alami (wora)</li>
<li>Kain <em><i>lambelako</i></em>, dibuat dengan lidi atau bilah bambu yang disisipkan pada sela-sela benang, lalu ditekan mengikuti pola tertentu</li>
</ul>
<div class="mceTemp"></div>
<h3><strong><b>Tenun Sumba, Daya Tarik Wisata Budaya</b></strong></h3>
<div id="attachment_2058" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2058" class="wp-image-2058 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-2.jpg" alt="Kain Tenun Khas Sumba Barat" width="650" height="365" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-2.jpg 650w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-2-300x168.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kain-Tenun-Sumba-2-520x292.jpg 520w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><p id="caption-attachment-2058" class="wp-caption-text">Kain Tenun Sumba Sebagai Daya Tarik Wisata &#8211; Foto: @CNNindonesia</p></div>
<p>Selain destinasi wisata alamnya yang memesona, kain tenun Sumba tentu juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.</p>
<p>Bagaimana tidak, selain indah, kain tenun ini memiliki nilai sosial, sejarah, dan cara pembuatan yang menarik.</p>
<p>Pemerintah daerah tentu sadar akan potensi ini. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mengadakan festival tenun ikat Sumba yang diikuti oleh ribuan penenun.</p>
<p>Festival ini diharapkan dapat mengenalkan kekayaan leluhur Sumba kepada dunia.</p>
<p>Selain itu, meningkatnya animo wisatawan terhadap kain tenun khas Sumba Barat tentu menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat lokal.</p>
<p>Jika berkujung ke Sumba, kita akan menemukan banyak warga yang memproduksi kain tenun ini dalam skala <em><i>home industry</i></em>.</p>
<p>Banyak dari mereka yang mengandalkan kain tenun sebagai sumber penghasilan tambahan.</p>
<p>Maka dari itu, jika sedang berlibur ke Sumba, jangan lupa beli oleh-oleh kain tenun.</p>
<p>Selain menjadi kenang-kenangan, kita juga bisa membantu keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang mengandalkan pemasukan dari sektor pariwisata.</p>
<p>Selamat menikmati Sumba yang lebih hakiki dan sampai bertemu di artikel selanjutnya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesona Gunung Wanggameti, Puncak Tertinggi Sumba</title>
		<link>https://tripsumba.com/bukit/pesona-gunung-wanggameti-sumba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2022 13:24:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukit]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Katiku Wai]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nggoni]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Wanggameti]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sumba timur]]></category>
		<category><![CDATA[waingapu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2609</guid>

					<description><![CDATA[Gunung Wanggameti mungkin bukan sebuah nama yang akrab bagi sebagian besar wisatawan Sumba. Mengingat hampir semua destinasi wisata Sumba&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gunung Wanggameti</strong> mungkin bukan sebuah nama yang akrab bagi sebagian besar wisatawan Sumba.</p>
<p>Mengingat hampir semua destinasi wisata Sumba yang berkeliaran di internet tidak jauh dari pantai, savana, bukit, air terjun, dan desa adat.</p>
<p>Namun, ada kalanya kita perlu mencoba mengunjungi tempat yang tidak <em><i>mainstream</i></em>, bukan?</p>
<p>Gunung ini terletak di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Sumba sendiri memiliki tiga kabupaten lain, yaitu Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah.</p>
<p>Kabupaten Sumba Timur memiliki beragam tempat wisata alam populer, seperti Bukit Wairinding, Bukit Tanarara, Pantai Walakiri, dan Padang Savana Puru Kambera.</p>
<p>Kini saatnya untuk mengunjungi alternatif tempat wisata lain.</p>
<div id="attachment_2612" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2612" class="wp-image-2612 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1-1024x678.jpg" alt="Gunung Wanggameti" width="620" height="411" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1-1024x678.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1-300x199.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1-768x508.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-1.jpg 1077w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2612" class="wp-caption-text">Gunung Wanggameti &#8211; Foto @pendaki.id</p></div>
<h3><strong><b>Gunung Wanggameti Sumba</b></strong></h3>
<h4><strong><b>Lokasi Gunung Wanggameti</b></strong></h4>
<p>Gunung Wanggameti berlokasi di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, berjarak hampir 90 km dari Waingapu, atau sekitar tiga jam perjalanan mobil.</p>
<p>Taman nasional ini sendiri merupakan daerah perlindungan flora dan fauna di Pulau Sumba.</p>
<p>Taman ini harus dilindungi karena memiliki keanekaragaman hayati yang bernilai cukup tinggi, khususnya pada bagian taman yang terletak di ketinggian 800 meter dari permukaan laut.</p>
<p>Luas Taman Nasional Laiwangi Wanggameti mencakup tiga kecamatan di Sumba Timur.</p>
<p>Selain flora dan fauna, taman ini juga memiliki beberapa air terjun indah, seperti Air Terjun Laputi, Air Terjun Waikanabu, dan Air Terjun Wanggameti.</p>
<p>Secara administratif, gunung ini berada di perbatasan Desa Katiku Wai (Kecamatan Matawai Lapau) dan Desa Nggoni (Kecamatan Karera).</p>
<p>Gunung ini merupakan titik tertinggi di Pulau Sumba, dengan puncak yang berada di ketinggian 1.225 meter dari permukaan laut.</p>
<p>Seperti gunung tinggi pada umumnya, Gunung Wanggameti memiliki beberapa puncak, seperti Puncak Kuang, Nggiku, dan Halawala.</p>
<div id="attachment_2614" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2614" class="wp-image-2614 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2-1024x687.jpeg" alt="Gunung Wanggameti" width="620" height="416" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2-1024x687.jpeg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2-300x201.jpeg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2-768x515.jpeg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taman-nasional-laiwangi-wanggameti-2.jpeg 1047w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2614" class="wp-caption-text">Taman Nasional Laiwangi Wanggameti &#8211; Foto @triptrus</p></div>
<h3><strong><b>Wanggameti, Gunung Sakral</b></strong></h3>
<p>Gunung ini merupakan satu dari empat kawasan utama yang dipercaya sebagai sumber kehidupan ekonomi, sosial budaya, dan kesehatan bagi rakyat Sumba.</p>
<p>Hal ini dikarenakan rakyat Sumba percaya bahwa Gunung Wanggameti memberi air, bahan pangan, kayu, dan tanaman obat-obatan sejak zaman dahulu.</p>
<p>Nenek moyang rakyat Sumba sangat menghormati pencipta alam semesta. Mereka melakukan sembahyang di pusat-pusat sumber daya air.</p>
<p>Masyarakat Sumba memang identik dengan air. Itulah mengapa ibukota kabupaten selalu diawali dengan kata <em><i>wai </i></em>atau <em><i>wee </i></em>yang berarti <em><i>air, </i></em>yaitu Waingapu, Waikabubak, Waibakul, dan Weetebula (sekarang menjadi Tambolaka).</p>
<p>Gunung tertinggi di Sumba ini memiliki beberapa sungai esensial yang berhulu di tubuhnya, yaitu Sungai Kambaniru, Sungai Ananjaki, dan Sungai Parrunggading.</p>
<p>Sungai-sungai ini memberi penghidupan yang layak pada masyarakat Sumba, salah satunya sebagai sumber irigasi sawah.</p>
<div id="attachment_2613" style="width: 910px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2613" class="wp-image-2613 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3.jpg" alt="Gunung Wanggameti" width="900" height="506" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3.jpg 900w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3-300x169.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3-768x432.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3-520x292.jpg 520w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gunung-Wanggameti-3-720x404.jpg 720w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-2613" class="wp-caption-text">Suasana gunung &#8211; Foto @mongabay</p></div>
<p>Jika sedang mengunjungi Sumba Timur, jangan lupa baca artikel kami yang lain:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/bukit/5-pesona-bukit-tanarara-di-sumba-timur/">Pesona Bukit Tanarara Sumba Timur</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/hotel/5-penginapan-murah-di-sumba-timur/">5 Penginapan Murah di Sumba Timur</a></li>
</ul>
<h4><strong><b>Edelweis di Puncak Gunung</b></strong></h4>
<p>Melihat lokasinya yang sampai memakan waktu tiga jam perjalanan dari Waingapu, tentu kita harus mengalokasikan waktu khusus saat mengunjungi gunung ini.</p>
<p><em><i>Travelling </i></em>ke Sumba memang harus menyediakan waktu yang panjang, bisa sampai 1-2 minggu. Apalagi jika kita ingin puas mendalami berbagai destinasi wisata di empat kabupaten.</p>
<p>Namun, jangan patah arang. Perjalanan yang jauh dan melelahkan akan dibayar lunas ketika kita sampai di Gunung Wanggameti.</p>
<p>Bahkan saat masih berada di padang savananya, kita sudah dapat menemukan pemandangan mengejutkan dari ratusan kuda, sapi, dan kerbau yang dilepasliarkan di savana.</p>
<p>Setelah itu, kita akan dikejutkan dengan penampakan bunga Edelweis di sepanjang jalan. Bagi pecinta gunung, Edelweis adalah simbol segala simbol.</p>
<p>Warna putihnya menandakan kesucian alam. Bunganya abadi karena memiliki hormon yang bisa mencegah kerontokan bunga.</p>
<p>Edelweis dan gunung adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bunga ini hanya bisa tumbuh di lokasi tinggi dengan suhu udara dan kelembapan tertentu.</p>
<p>Kondisi terakhir ini menjadikan Edelweis sebagai simbol cinta sejati. Karena digambarkan seorang lelaki harus berjuang mendaki puncak gunung untuk bisa memetik Edelweis dan membawanya pulang untuk sang kekasih.</p>
<p>Edelweis memiliki nama latin <em><i>Anaphalis javanica </i></em>atau <em><i>Javanese edelweiss</i></em>. Nama itu seakan-akan menandakan Edelweis hanya tumbuh di Pulau Jawa.</p>
<p>Namun, ternyata Pulau Sumba juga memilikinya di Gunung Wanggameti.</p>
<p>Jika memang tertarik mengunjungi Edelweis di Pulau Sumba, maka kita harus memperhatikan musim.</p>
<p>Bunga Edelweis di Sumba biasa mekar di antara bulan April dan Agustus. Dengan kata lain, bunga indah ini sedang mekar sempurna di musim kemarau.</p>
<p>Musim kemarau sendiri merupakan musim terbaik untuk melakukan <em>travelling</em> ke Sumba.</p>
<p>Mengingat kita bisa menikmati destinasi seperti pantai, savana tandus nan fotogenik, dan air terjun di musim kemarau. Sedangkan di musim hujan, kita bisa menemukan bukit-bukit hijau sejauh mata memandang.</p>
<div id="attachment_2611" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2611" class="wp-image-2611 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bunga-Edelweiss-4.jpg" alt="Gunung Wanggameti" width="740" height="555" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bunga-Edelweiss-4.jpg 740w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bunga-Edelweiss-4-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-2611" class="wp-caption-text">Edelweis Sumba &#8211; Foto @florafaunaofindonesia</p></div>
<h3><strong><b>Pendakian Gunung Wanggameti </b></strong></h3>
<p>Selain Edelweis dan binatang liar, Gunung Wanggameti juga menawarkan pemandangan lain, seperti melihat burung langka, serta matahari terbit dan tenggelam.</p>
<p>Sehingga lokasi ini memang cocok bagi mereka yang menyenangi wisata alam.</p>
<p>Titik awal pendakian Gunung Wanggameti yang paling populer adalah melalui gerbang masuk Taman Nasional Laiwangi Wanggameti.</p>
<p>Dari pos taman nasional, kita akan ditemani oleh guide yang sudah berpengalaman. Pendakian mencapai titik tertinggi Wanggameti akan menempuh perjalanan sejauh 7 km.</p>
<p>Puncak Gunung Wanggameti sendiri berupa lahan sempit yang rimbun oleh pepohonan, lengkap dengan papan penanda puncak.</p>
<p>Dari puncak ini, kita bisa melihat horizon Sumba Timur dari segala penjuru. Jangan lupa siapkan kamera agar bisa mengabadikan pemandangan ciamik dari ketinggian.</p>
<p>Jika ingin menikmati matahari terbit dan terbenam, perhatikan waktu mendaki agar bisa sampai ke puncak gunung sesuai waktu yang diinginkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampung Galubakul Anakalang Sumba</title>
		<link>https://tripsumba.com/desa-adat/kampung-galubakul-anakalang-sumba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2021 09:44:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Desa Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Anakalang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Malinjak]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Galubakul]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[waibakul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2165</guid>

					<description><![CDATA[Kampung Galubakul Anakalang terletak di Kabupaten Sumba Tengah. Dalam hal pariwisata, Sumba Tengah sendiri masih berada dalam tahap pengembangan.&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kampung Galubakul Anakalang terletak di Kabupaten Sumba Tengah. Dalam hal pariwisata, Sumba Tengah sendiri masih berada dalam tahap pengembangan.</p>
<p>Popularitas wisatanya memang masih kalah dibandingkan daerah Sumba lain. Namun, hal itu lantas tidak membuat Sumba Tengah tidak masuk ke dalam daftar liburan.</p>
<p>Sumba Tengah sendiri merupakan tempat berkembang biaknya Kuda Sandalwood. Kuda Sandalwood adalah kuda yang terkenal dengan kekuatan dan kecepatannya. Kita dapat menjumpai ribuan ekor kuda ini di padang savana dari Lenang hingga ke Mamboro.</p>
<p>Masyarakatnya terkenal ramah dan santun kepada wisatawan yang datang. Kita dapat melihatnya sendiri ketika mengunjungi Sumba Tengah.</p>
<p>Biasanya, masyarakat Sumba Tengah memberikan sirih pinang sebagai simbol bahwa kedatangan kita diterima. Apabila beruntung, kita akan diberikan kain asli Sumba Tengah sebagai simbol persaudaraan antar mereka.</p>
<p>Sumba Tengah terbagi menjadi beberapa desa. Masing-masing desa itu memiliki destinasi wisata sejarah dan budayanya sendiri. Salah satunya adalah Kampung Galubakul Anakalang yang terletak di Desa Malinjak.</p>
<div id="attachment_2167" style="width: 547px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2167" class="wp-image-2167 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kampung-Galubakul-Anakalang.jpg" alt="Kampung Galubakul Anakalang" width="537" height="407" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kampung-Galubakul-Anakalang.jpg 537w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kampung-Galubakul-Anakalang-300x227.jpg 300w" sizes="(max-width: 537px) 100vw, 537px" /><p id="caption-attachment-2167" class="wp-caption-text">Kampung Galubakul Anakalang – Foto: @bastianumbuanagoga</p></div>
<h3><strong><b>Kampung Galubakul Anakalang</b></strong></h3>
<p>Kampung Galubakul Anakalang terletak di Desa Malinjak, Kecamatan Katiku Tana Selatan. Untuk bisa mencapai lokasi ini, diperlukan jarak tempuh kurang lebih 5 km dari pusat kota Waibakul menggunakan mobil atau motor.</p>
<p>Kampung Galubakul, Kampung Lai Tarun, dan Kampung Pasunga adalah kampung yang terletak di wilayah Anakalang, Kabupaten Sumba Tengah. Disana kita bisa menemukan Batu Kubur Raja yang telah lama meninggal dengan ukuran besar dan tua.</p>
<p>Di wilayah yang sama, kita bisa melihat para petani menanam padi. Selain itu, kita juga bisa menemui para ibu di kampung yang sedang menenun kain.</p>
<p>Kampung Galubakul Anakalang dan Kampung Pasunga dipisahkan oleh Bukit Lai Tarung. Dari atas bukit, kita bisa menikmati pemandangan alam yang sangat mempesona dan cocok untuk diabadikan dalam kamera.</p>
<div id="attachment_2171" style="width: 682px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2171" class="wp-image-2171 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kampung-Galubakul-Anakalang-2.jpg" alt="" width="672" height="348" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kampung-Galubakul-Anakalang-2.jpg 672w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kampung-Galubakul-Anakalang-2-300x155.jpg 300w" sizes="(max-width: 672px) 100vw, 672px" /><p id="caption-attachment-2171" class="wp-caption-text">Kampung Galubakul Anakalang – Foto: @pariwisatasumtengsite</p></div>
<p>Selama perjalanan menuju kampung ini, kita akan melewati pasar tradisional dan Kampung Adat Kabonduk. Selain itu, kita akan disambut dengan hamparan persawahan di kanan kiri jalan. Akses jalan yang baik membuat kampung ini mudah untuk dikunjungi wisatawan.</p>
<p>Sekadar informasi, saat menuju Kampung Galubakul Anakalang, kita anak menemui deretan kampung kecil seperti Kampung Kabelawuntu, Kampung Matolang, Kampung Anabura, dan Kampung Radak.</p>
<h4><strong><b>Wisata Budaya dan Sejarah</b></strong></h4>
<p>Di Kampung Galubakul Anakalang terdapat batu kubur megalitik terbesar milik Umbu Sawola. Kubur batu ini dihiasi dengan ornamen-ornamen yang indah dan rapi.</p>
<p>Selain itu, kita akan menjumpai bangunan berarsitektur Sumba dengan barisan kubur batu yang berjejer di depan rumah.</p>
<div id="attachment_2168" style="width: 1034px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2168" class="wp-image-2168 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kubur-batu-1.jpg" alt="Kampung Galubakul Anakalang" width="1024" height="768" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kubur-batu-1.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kubur-batu-1-300x225.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kubur-batu-1-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-2168" class="wp-caption-text">Kubur Batu – Foto: @benyaminpabala</p></div>
<p>Anakalang sendiri merupakan salah satu Kabupaten di Sumba Tengah. Di daerah ini, terdapat salah satu warisan nenek moyang yang turun menurun dan masih dilakukan hingga sekarang. Yaitu upacara adat Purungu Ta Kadonga Ratu.</p>
<p>Secara harfiah, arti dari Purung Ta Kadonga Ratu adalah “Turun ke Lembah Imam”. Berasal dari kata ‘Purung’ artinya Turun, ‘Ta’ artinya Ke, ‘Kadonga’ artinya Lembah dan ‘Ratu’ artinya Imam.</p>
<p>Upacara Purungu Ta Kadonga Ratu adalah ritual adat yang bertujuan meminta berkat berupa ‘hujan’ sehingga tanaman padi tidak kering dan tidak terjadi kelaparan.</p>
<p>Upacara ini dilakukan untuk memperingati para leluhur yang dipercaya memiliki kekuatan magis dan dapat memprediksi kesuburan hasil pertanian.</p>
<p>Upacara ini memberikan sesajen kepada leluhur masyarakat Anakalang, yaitu umbu sebu dan rabu kareri di Gua Kodanga Ratu. Acara adat ini biasanya diadakan di bulan Juni.</p>
<div id="attachment_2170" style="width: 610px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2170" class="wp-image-2170 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu.jpg" alt="" width="600" height="450" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu.jpg 600w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><p id="caption-attachment-2170" class="wp-caption-text">Purung Ta Kadonga Ratu – Foto: @pariwisatasumtengsite</p></div>
<p>Baca juga artikel kampung adat yang lain:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/desa-adat/kampung-adat-pasunga-sumba/">Kampung Adat Pasunga, Wisata Budaya di Sumba Tengah</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/desa-adat/mengunjungi-kampung-retenggaro-sumba-tempat-ikonik-di-pulau-sumba/">Kampung Ratenggaro Sumba, Tempat Ikonik di Pulau Sumba</a></li>
</ul>
<h4><strong><b>Dalam Pengembangan Pemerintah</b></strong></h4>
<p>Pengembangan Sumba Tengah berada dalam perhatian pemerintah. Pemerintah Sumba telah membuat <em><i>website</i></em> untuk media promosi dan memberi informasi kepada para wisatawan mengenai Sumba Tengah.</p>
<p>Jika ingin berkunjung ke Kampung Galubakul Anakalang, pesawat yang dinaiki hanya dapat diakses melalui Bandara Mehang Kunda di Sumba Timur dengan jarak tempuh ± 115 Km atau Bandara Tambolaka dengan jarak ± 48 Km.</p>
<p>Dalam bagian pengembangan Sumba Tengah, pemerintah memberikan titik fokus pada adat dan budaya yang masih murni. Banyak peneliti yang menginginkan datang ke Sumba Tengah, terutama di Kampung Galubakul Anakalang.</p>
<p>Pesona etnik kubur batu terbesar adalah salah satu daya tarik turis mancanegara. Pemerintah terus berupaya mempromosikan Sumba Tengah agar seluruh wisatawan tahu bahwa Sumba Tengah tidak kalah dengan daerah yang lain.</p>
<div id="attachment_2169" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2169" class="wp-image-2169 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu-2-1024x768.jpg" alt="" width="620" height="465" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu-2-1024x768.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu-2-300x225.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu-2-768x576.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu-2-1536x1152.jpg 1536w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Purung-Ta-Kadonga-Ratu-2.jpg 1600w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2169" class="wp-caption-text">Purung Ta Kadonga Ratu &#8211; Foto: @benyaminpabala</p></div>
<p>Jadi, bagi yang sangat mencintai budaya Indonesia dan ingin mengetahui budaya yang baru, Kampung Galubakul Anakalang adalah pilihan yang tepat!</p>
<p>Ayo! Liburan ke Sumba dan promosikan wisata Indonesia yang indah!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantai Katobo Sumba, Pantai Perawan di Sumba Barat</title>
		<link>https://tripsumba.com/pantai/pantai-katobo-sumba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2020 07:34:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Katobo]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Katobo Sumba]]></category>
		<category><![CDATA[sumba barat]]></category>
		<category><![CDATA[sumba trip]]></category>
		<category><![CDATA[trip sumba]]></category>
		<category><![CDATA[Waikabubak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2559</guid>

					<description><![CDATA[Pantai Katobo terletak di Kabupaten Sumba Barat. Selain Sumba Barat, masih ada tiga kabupaten lain di Pulau Sumba. Ketiganya&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pantai Katobo terletak di Kabupaten Sumba Barat. Selain Sumba Barat, masih ada tiga kabupaten lain di Pulau Sumba. Ketiganya adalah Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Seluruh wilayah di Sumba memiliki destinasi wisata dengan panorama alamnya yang menggiurkan. Biasanya berupa pantai, bukit, air terjun, dan savana.</p>
<p>Kabupaten Sumba Barat sendiri memiliki deretan pantai cantik dengan ciri khasnya masing-masing. Banyak dari mereka yang sudah populer, seperti Pantai Marosi, Pantai Nihiwatu, dan Pantai Mandorak.</p>
<p>Beberapa pantai di Sumba Barat memiliki karakteristik ombak yang lumayan besar karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Maka dari itu, pantai-pantai ini cocok untuk dijadikan sebagai lokasi <em><i>surfing</i></em>. Bahkan tidak sedikit turis yang berpindah tempat dari Bali ke Sumba hanya untuk mencari lokasi yang nyaman untuk berselancar.</p>
<p>Salah satu pantai di Sumba Barat yang masih belum terkenal adalah Pantai Kotobo.</p>
<div id="attachment_2560" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2560" class="wp-image-2560 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-1-1024x685.jpg" alt="Pantai Katobo Sumba" width="620" height="415" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-1-1024x685.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-1-300x201.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-1-768x514.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-1.jpg 1355w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2560" class="wp-caption-text">Pantai Katobo &#8211; Foto: @pariwisata.sumbabaratkab.go.id</p></div>
<h3><strong><b>Pantai Katobo</b></strong></h3>
<h4><strong><b>Lokasi Pantai Katobo</b></strong></h4>
<p>Pantai Katobo terletak di Desa Wetana, Kecamatan Laboya Barat, Sumba Barat. Wajar jika pantai ini belum terlalu dikenal banyak orang, mengingat jaraknya yang lumayan jauh dari Waikabubak, yaitu sekitar 55 km. Jarak ini akan memakan waktu tempuh lebih dari dua jam menggunakan perjalanan darat.</p>
<p>Selain jarak, kualitas jalan yang buruk bisa menjadi alasan lain bagi wisatawan untuk berpikir dua kali sebelum mengunjungi pantai ini. Untuk alasan keselamatan, disarankan untuk ke Pantai Katobo menggunakan kendaraan roda dua dan mobil dengan CC besar.</p>
<p>Masalah ini tentu membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah setempat. Kelengkapan infrastruktur mau tidak mau akan menjadi salah satu penunjang penting bagi kepopuleran sebuah destinasi wisata.</p>
<p>Lokasinya memang agak jauh di selatan dari Waikabubak, namun perjalanan jauh itu akan terbayar tuntas ketika kita sudah sampai di bibir Pantai Katobo.</p>
<div id="attachment_2561" style="width: 410px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2561" class="wp-image-2561 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-2.jpg" alt="Pantai Katobo Sumba" width="400" height="225" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-2.jpg 400w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-2-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><p id="caption-attachment-2561" class="wp-caption-text">Pemandangan pantai dari atas &#8211; Foto: @TheSanubari</p></div>
<p>Jika berkunjung ke Sumba Barat, jangan lupa baca artikel ini juga:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/kuliner/5-restoran-terbaik-di-sumba-barat/">5 Restoran Terbaik di Sumba Barat</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/hotel/5-penginapan-murah-di-sumba-barat/">5 Penginapan Murah di Sumba Barat</a></li>
</ul>
<h4><strong><b>Aktivitas yang Bisa Dilakukan</b></strong></h4>
<p>Pantai ini memiliki perpaduan beragam elemen yang menarik, termasuk pasir putih, batu granit, tebing karang, dan air laut biru turquoise. Jangan takut jika lupa waktu saat bermain air, pohon-pohon besar di tepi pantai sudah lebih dari cukup untuk memberikan teduh.</p>
<p>Hutan lebat yang berada di sekitar pantai akan memberikan pemandangan unik tersendiri. Panorama ini tentu akan indah jika dipotret menggunakan <em><i>drone</i></em>. Foto dari tiga garis biru-putih-hijau dari laut, pasir, dan pepohonan akan terlihat fotogenik. Jangan kaget jika 5-10 tahun lagi di pantai ini akan berdiri sebuah <em><i>resort </i></em>indah.</p>
<p>Pantai yang jauh dari keramaian tentu memberi keuntungan lain. Pengunjung bisa melakukan beragam aktivitas secara nyaman dan privasi. Selain aktivitas biasa seperti bermain air, berjemur, memancing, dan <em><i>snorkeling</i></em>, kita bisa melakukan sebuah kegiatan menarik lain.</p>
<p>Pantai Katobo memiliki tebing karang yang bisa didaki. Namun, hati-hati jangan bertelanjang kaki, gunakan sepatu yang nyaman saat mendaki. Dari puncak tebing, kita akan mendapatkan pemandangan pantai luas yang luar biasa.</p>
<p>Bawa kamera yang layak dan bagikan pemandangan ini ke teman-teman terdekat. Kombinasi suasana tenang dan keindahan biru laut adalah salah satu hal yang paling menenangkan di bumi.</p>
<p>Jika senang memancing, Pantai Katobo adalah lokasi yang tepat. Posisi pantai yang terisolasi dan jauh dari keramaian membuat airnya masih jernih. Oleh karena itu, tidak heran jika cukup mudah untuk menangkap ikan disini.</p>
<p>Jika tidak puas memancing dari pinggir pantai, silakan menyewa perahu nelayan untuk mencari ikan ke tengah laut.</p>
<div id="attachment_2562" style="width: 883px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2562" class="wp-image-2562 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-3.jpg" alt="Pantai Katobo Sumba" width="873" height="652" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-3.jpg 873w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-3-300x224.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Katobo-3-768x574.jpg 768w" sizes="(max-width: 873px) 100vw, 873px" /><p id="caption-attachment-2562" class="wp-caption-text">Pasir putih dan bersih &#8211; Foto: @AgusHaryanto</p></div>
<h4><strong><b>Mengembangkan Pantai Katobo</b></strong></h4>
<p>Jika melalui perjalanan darat, jalan kecil menuju pantai ini terletak di antara jalan Kodi dan Mambang. Selain itu, wisatawan juga bisa mengunjungi Pantai Katobo melalui Pantai Mambang yang terletak di sebelah timur. Pantai Mambang sendiri juga memiliki air biru jernih berbatas tebing karang.</p>
<p>Jika bicara soal pengembangan destinasi wisata, tentu tidak akan lepas dari peran pemerintah daerah. Tempat wisata memiliki nilai yang sangat tinggi bagi penduduk di sekitarnya. Mereka bisa memperoleh berbagai mata pencaharian dari sana, seperti <em><i>tour guide</i></em>, penjaga loket tiket, pedagang makanan, dan penjual buah tangan.</p>
<div id="attachment_2563" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2563" class="wp-image-2563 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Mambang.jpg" alt="Pantai Katobo Sumba" width="640" height="424" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Mambang.jpg 640w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Pantai-Mambang-300x199.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-2563" class="wp-caption-text">Pantai Mambang yang lokasinya berdekatan &#8211; Foto: @pariwisata.sumbabaratkab.go.id</p></div>
<p>Oleh karena itu, jika sedang mengunjungi sebuah tempat wisata, jangan selalu menghabiskan uang di restoran mewah. Berikan sedikit perhatian kepada industri rumahan dan kuliner lokal, karena merekalah pihak yang akan menjaga kekayaan alamnya sendiri.</p>
<p>Terimakasih sudah membaca. Selamat menyelami keindahan Pantai Katobo dan Pulau Sumba. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bandara Waingapu, Bandara Pertama di Sumba</title>
		<link>https://tripsumba.com/paket-trip/bandara-waingapu-bandara-pertama-di-sumba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2020 02:33:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Paket Trip]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Umbu Mehang Kunda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Waingapu]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sumba timur]]></category>
		<category><![CDATA[waingapu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2546</guid>

					<description><![CDATA[Bandara Waingapu termasuk dalam salah satu bandara di Sumba yang terus mengalami peningkatan jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir.&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bandara Waingapu termasuk dalam salah satu bandara di Sumba yang terus mengalami peningkatan jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir. Ini jelas memberi dampak positif dari pengembangan pariwisata di kawasan Indonesia Timur.</p>
<p>Bandara Waingapu di Sumba Timur merupakan bandara domestik kecil kelas 2 yang melayani penerbangan menuju Pulau Sumba ataupun penerbangan transit. Sebelumnya, bandara ini bernama Bandar Udara Mau Hau. Namun, sejak Mei 2009 telah berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Umbu Mehang Kunda.</p>
<h3><strong><b>Bandara Waingapu</b></strong></h3>
<h4><strong><b>Perubahan Nama Bandara</b></strong></h4>
<p>Penggantian nama bandara ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap almarhum Umbu Mehang Kunda, Bupati Sumba Timur periode 1999-2004 dan 2005-2010, yang meninggal dunia pada 2 Agustus 2008. Pergantian nama bandara tersebut berdasarkan SK Menteri Perhubungan No.KP.33 Tahun 2009 tanggal 27 Januari 2009.</p>
<p>Umbu Mehang Kunda meninggal dunia usai membuka pameran pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI di Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur pada saat itu. Pemerintah dan rakyat Sumba Timur kemudian mengusulkan kepada Menteri Perhubungan melalui Gubernur NTT untuk mengabadikan nama beliau untuk Bandara Waingapu menjadi Umbu Mehang Kunda, mengganti nama Bandara Mau Hau.</p>
<p>Umbu Mehang Kunda dianggap berjasa membuka kawasan Sumba Timur yang tadinya terisolasi menjadi dikenal oleh orang luar Pulau Sumba. Sehingga, kegiatan ekonomi masyarakat lokal bisa berjalan dengan lebih lancar.</p>
<div id="attachment_2547" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2547" class="wp-image-2547 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bandara-UMK-Foto-billy.widjaja-1024x576.jpg" alt="Bandara Waingapu" width="620" height="349" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bandara-UMK-Foto-billy.widjaja-1024x576.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bandara-UMK-Foto-billy.widjaja-300x169.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bandara-UMK-Foto-billy.widjaja-768x432.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bandara-UMK-Foto-billy.widjaja-520x292.jpg 520w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bandara-UMK-Foto-billy.widjaja-720x404.jpg 720w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bandara-UMK-Foto-billy.widjaja.jpg 1080w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2547" class="wp-caption-text">Bandara Umbu Mehang Kunda – Foto: @billy.widjaja</p></div>
<h4><strong><b>Fasilitas Bandara </b></strong><strong><b>Waingapu</b></strong></h4>
<p>Untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas di Bandara Umbu Mehang Kunda, sebuah terminal baru dibuka pada 2016. Meskipun begitu, fasilitas bandara ini masih tergolong sangat minim. Fasilitas yang tersedia hanyalah ruang tunggu keberangkatan untuk 90 orang, ditambah dengan terminal keberangkatan dan terminal kedatangan yang terpisah. Sekarang sudah tersedia tempat parkir mobil luas dan taksi bandara yang menunggu di luar terminal.</p>
<div id="attachment_2549" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2549" class="wp-image-2549 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/lapangan-parkir-bandara_foto-agnesbt_-1024x1024.jpg" alt="Bandara Waingapu" width="620" height="620" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/lapangan-parkir-bandara_foto-agnesbt_-1024x1024.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/lapangan-parkir-bandara_foto-agnesbt_-300x300.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/lapangan-parkir-bandara_foto-agnesbt_-150x150.jpg 150w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/lapangan-parkir-bandara_foto-agnesbt_-768x768.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/lapangan-parkir-bandara_foto-agnesbt_-200x200.jpg 200w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/lapangan-parkir-bandara_foto-agnesbt_-500x500.jpg 500w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/lapangan-parkir-bandara_foto-agnesbt_.jpg 1080w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2549" class="wp-caption-text">Lapangan Parkir Bandara – Foto: @agnesbt_</p></div>
<h4><strong><b>Rute Ke Waingapu</b></strong></h4>
<p>Bandara Umbu Mehang Kunda letaknya sekitar 5 Km jauhnya dari pusat kota Waingapu, Sumba Timur. Bandara dengan lebar landasan 30 meter dan panjang 1.800 meter ini melayani penerbangan domestik pulang &#8211; pergi dengan rute Surabaya – Denpasar – Waingapu – Kupang dengan menggunakan maskapai penerbangan NAM Air. Sedangkan maskapai Wings Air dan Transnusa Air Services melayani penerbangan domestik pulang &#8211; pergi dengan rute Kupang &#8211; Waingapu. Ada juga Susi Air yang melayani penerbangan Bajawa – Waingapu dan Sabu – Waingapu, pulang pergi.</p>
<p>Bagi wisatawan dari Jakarta, terdapat dua pilihan untuk menuju Waingapu. Pertama, melalui Bali dengan rute Jakarta – Denpasar – Waingapu yang ditempuh selama 1 jam 50 menit dari Jakarta menuju Denpasar. Kedua, melalui Kupang dengan rute Jakarta – Kupang – Waingapu yang ditempuh selama 3 jam dari Jakarta ke Kupang. Lama penerbangan dari Denpasar atau Kupang ke Waingapu ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam (tergantung jenis pesawat).</p>
<p>Dari Bandara Waingapu ke pusat kota Waingapu, kita bisa menggunakan taksi dengan tarif sekitar Rp 40.000. Namun, seringkali turis tidak perlu menggunakan taksi karena banyak hotel yang menawarkan layanan antar-jemput gratis.</p>
<div id="attachment_2551" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2551" class="wp-image-2551 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taksi-di-terminal-foto-bobyragalay-1024x1024.jpg" alt="Bandara Waingapu" width="620" height="620" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taksi-di-terminal-foto-bobyragalay-1024x1024.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taksi-di-terminal-foto-bobyragalay-300x300.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taksi-di-terminal-foto-bobyragalay-150x150.jpg 150w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taksi-di-terminal-foto-bobyragalay-768x768.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taksi-di-terminal-foto-bobyragalay-200x200.jpg 200w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taksi-di-terminal-foto-bobyragalay-500x500.jpg 500w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/taksi-di-terminal-foto-bobyragalay.jpg 1080w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2551" class="wp-caption-text">Taksi Bandara – Foto: @bobyragalay</p></div>
<p>Jika sedang berlibur ke Waingapu, jangan lupa baca artikel ini:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/kuliner/5-makanan-khas-waingapu-yang-harus-dicoba/">5 Makanan Khas Waingapu</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/pantai/pantai-kawangu-waingapu-sumba/">Pantai Kawangu Waingapu</a></li>
</ul>
<h4><strong><b>Destinasi Favorit Dekat dari Bandara </b></strong><strong><b>Waingapu</b></strong></h4>
<p>Bukit Persaudaraan letaknya sangat dekat dari bandara ini, yakni sekitar 15 menit. Bukit ini sudah terkenal dengan panorama alamnya yang luara biasa. Di arah selatan terdapat sawah subur, di barat ada ngarai yang terkikis secara unik, di utara bandara dapat dilihat dengan jelas, dan di timur ada bentangan bukit dan perumahan yang terpencar.</p>
<p>Letaknya yang dekat dengan bandara membuat bukit ini biasa dijadikan sebagai destinasi terakhir sebelum melakukan penerbangan pulang.</p>
<p>Selain Bukit Persaudaraan, ada juga Air Terjun Tanggedu yang berjarak 45 km di sebelah utara Waingapu. Selama perjalanan menuju air terjun yang mulai populer ini, wisatawan akan melewati desa-desa tradisional Mondu dan Prainatang. Air Terjun Tanggedu menawarkan pemandangan alam yang indah. Diantara formasi bebatuan yang menyerupai ngarai, mengalirlah air jernih dan sejuk yang berasal dari air terjun, serta dikelilingi oleh alam yang asri.</p>
<p>Selain itu, masih banyak lagi destinasi wisata yang berada tidak jauh dari Bandara Waingapu. Beberapa diantaranya adalah Air Terjun Gunung Meja, Goa Sarang Burung Umamanu, Taman Wisata Matawai, Pantai Londa Lima, Pantai Purukambera, dan Pantai Walakiri yang sempurna untuk menikmati matahari terbit.</p>
<div id="attachment_2548" style="width: 970px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2548" class="wp-image-2548 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bukit-persaudaraan_foto-betterman_99.jpg" alt="Bandara Waingapu" width="960" height="572" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bukit-persaudaraan_foto-betterman_99.jpg 960w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bukit-persaudaraan_foto-betterman_99-300x179.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/bukit-persaudaraan_foto-betterman_99-768x458.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><p id="caption-attachment-2548" class="wp-caption-text">Bukit Persaudaraan – Foto: @Betterman_99</p></div>
<h4><strong><b>Perhatikan </b></strong><strong><b>P</b></strong><strong><b>ilihan </b></strong><strong><b>B</b></strong><strong><b>andara</b></strong></h4>
<p>Sumba memiliki dua bandara, yaitu Bandara Waikabubak di Sumba Barat dan Bandara Waingapu di Sumba Timur. Kebanyakan wisatawan memilih bandara berbeda untuk datang dan pulang. Hal ini dikarenakan pilihan bandara juga menentukan rute wisata di Sumba yang terbagi menjadi empat kabupaten. Jarak dari Bandara Tambolaka ke Bandara Waingapu sekitar 180 kilometer, atau sekitar empat jam perjalanan darat.</p>
<div id="attachment_2550" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2550" class="wp-image-2550 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/runway-UMK-foto-mr_alvez_latu-1024x688.jpg" alt="" width="620" height="417" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/runway-UMK-foto-mr_alvez_latu-1024x688.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/runway-UMK-foto-mr_alvez_latu-300x202.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/runway-UMK-foto-mr_alvez_latu-768x516.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/runway-UMK-foto-mr_alvez_latu.jpg 1080w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2550" class="wp-caption-text">Runway Bandara Waingapu – Foto: @mr_alvez_latu</p></div>
<p>Itulah Bandara Waingapu, salah satu bandara banyak dikenal wisatawan karena terletak di Pulau Sumba. Meski tidak besar, tetapi bandara ini masih layak untuk melayani turis mancanagara yang ingin berwisata ke Sumba. Terlebih lagi, pemerintah daerah tentu akan terus mengembangkan bandara ini untuk menunjang pendapatan daerah.</p>
<p>Sampai bertemu di artikel selanjutnya dan selamat jalan-jalan ke Sumba!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Makanan Khas Waingapu yang Harus Dicoba</title>
		<link>https://tripsumba.com/kuliner/5-makanan-khas-waingapu-yang-harus-dicoba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2020 13:18:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[5 Makanan Khas Waingapu]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Waingapu]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sumba timur]]></category>
		<category><![CDATA[waingapu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2492</guid>

					<description><![CDATA[Selain keindahan alam, makanan khas Waingapu juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Waingapu sendiri merupakan ibukota dari Kabupaten&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain keindahan alam, makanan khas Waingapu juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Waingapu sendiri merupakan ibukota dari Kabupaten Sumba Timur yang meliputi 60% wilayah Pulau Sumba.</p>
<p>Selain kekayaan budaya dan alamnya, pelancong juga bakal disuguhi beragam kuliner tradisional. Sumba memiliki kuliner khas yang terkenal dengan penggunaan bahan dan bumbu sederhana. Berikut ini adalah makanan khas Waingapu yang wajib untuk dicoba ketika sedang berlibur di Sumba Timur.</p>
<h3><strong><b>Makanan Khas Waingapu</b></strong></h3>
<h4>1. Rumpu Rampe</h4>
<p>Dikenal sebagai sayuran kaya serat, rumpu rampe adalah makanan dari Sumba dengan bahan utama daun pepaya yang ditumis. Selain daun pepaya, dalam masakan ini juga ditambahkan irisan jantung pisang, daun singkong, kembang papaya hingga cabai. Untuk menambah rasa gurih, beberapa orang juga menambahkan ikan teri kecil dan daun jeruk.</p>
<p>Tidak seperti kebanyakan masakan daun pepaya, rumpu rampe sama sekali tidak terasa pahit. Hal ini bisa terjadi karena sebelum dimasak, daun pepaya direndam terlebih dahulu di dalam air garam.</p>
<p>Salah satu makanan khas Waingapu ini tergolong populer dan menjadi salah satu sayuran tumis yang sering disajikan di rumah.</p>
<div id="attachment_2499" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2499" class="wp-image-2499 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/rumpu-rampe_foto-cookpad.com_.jpg" alt="Makanan Khas Waingapu" width="640" height="453" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/rumpu-rampe_foto-cookpad.com_.jpg 640w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/rumpu-rampe_foto-cookpad.com_-300x212.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-2499" class="wp-caption-text">Sayur Rumpu Rampe – Foto: @cookpad</p></div>
<h4>2. Sup Ayam Waingapu</h4>
<p>Sumba juga memiliki hidangan berbahan utama ayam dengan rasa kuah yang unik dan enak. Ukurannya tidak tanggung-tanggung, seekor ayam utuh masuk ke dalam sup. Untuk rasa tidak perlu ditanyakan lagi, ayam ini disiram dengan tambahan kaldu gurih, dengan tambahan belimbing wuluh, irisan tomat dan daun kemangi yang melengkapi rasanya.</p>
<p>Seruputan pertama akan berupa rasa asam yang menyegarkan. Daging ayam yang dimasak terasa sangat lembut karena diolah cukup lama. Jika sudah sekali mencoba sup ayam Waingapu ini, dijamin akan ketagihan. Ini merupakan salah makanan khas Waingapu yang terkenal.</p>
<div id="attachment_2500" style="width: 758px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2500" class="wp-image-2500 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/sup-ayam-waingapu_foto-campatour.jpg" alt="Makanan Khas Waingapu" width="748" height="600" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/sup-ayam-waingapu_foto-campatour.jpg 748w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/sup-ayam-waingapu_foto-campatour-300x241.jpg 300w" sizes="(max-width: 748px) 100vw, 748px" /><p id="caption-attachment-2500" class="wp-caption-text">Sup Ayam Waingapu – Foto: @campatour</p></div>
<h4>3. Jawada atau Kue Rambut</h4>
<p>Kue rambut atau biasa juga dipanggil jawada merupakan makanan khas Waingapu yang sering dijadikan sebagai makanan ringan. Kudapan ini cocok disantap saat pagi hari dengan secangkir susu atau kopi. Bisa juga dinikmati saat sedang bersantai dengan keluarga dan ketika lapar tetapi tidak mau makan berat. Bentuknya sengaja dibuat menyerupai segitiga agar lebih menarik. Makanan ini diolah dengan cara digoreng, lalu dibalut dengan tambahan gula merah. Rasa kue rambut ini manis dan sangat renyah ketika disantap.</p>
<div id="attachment_2496" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2496" class="wp-image-2496 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kue-rambut_foto-masakandapurkucom.jpg" alt="Makanan Khas Waingapu" width="640" height="427" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kue-rambut_foto-masakandapurkucom.jpg 640w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kue-rambut_foto-masakandapurkucom-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-2496" class="wp-caption-text">Kue Rambut – Foto: @masakandapurku</p></div>
<p>Baca juga artikel kuliner Sumba yang lain dari kami:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/kuliner/5-makanan-khas-sumba-barat-daya/">5 Makanan Khas Sumba Barat Daya</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/kuliner/5-restoran-terbaik-di-sumba-barat/">5 Restoran Terbaik di Sumba Barat</a></li>
</ul>
<h4>4. Manggulu</h4>
<p>Manggulu adalah makanan khas Waingapu lain yang wajib dicoba oleh turis. Menurut cerita, manggulu adalah salah satu kue kegemaran prajurit Belanda di masa lampau. Manggulu mempunyai rasa yang sedikit asam dan memiliki tekstur yang mirip dengan dodol.</p>
<p>Bagi yang baru pertama kali mencoba, manggulu terasa seperti pisang basi walaupun sebenarnya tidak. Manggulu dibuat dari pisang, gula merah, dan kacang tanah. Uniknya, kue ini dibungkus kecil-kecil menggunakan daun pisang kering. Kue ini cukup awet meski tanpa bahan pengawet.</p>
<p>Cara membuatnya pun sangat mudah walaupun prosesnya memakan waktu yang cukup lama. Pertama, pisang perlu dijemur dulu selama tiga hari. Kemudian goreng kacang tanah tanpa minyak (teknik sangrai) dan siapkan gula merah. Setelah semua bahan disiapkan, tumbuklah pisang dengan menggunakan alu.</p>
<p>Ketika sudah sedikit hancur, masukkan kacang tanah dan gula merah tadi. Lalu tumbuklah hingga ketiga bahan tadi tercampur dengan rata dan benar-benar menyatu. Setelah semua bahan tercampur dengan rata, angkat. Lalu bentuklah memanjang dengan menggunakan tangan dan bungkuslah dengan daun pisang atau daun lontar. Manggulu siap disajikan.</p>
<p>Kebanyakan masyarakat Sumba sangat menyukai makanan khas Waingapu ini. Manggulu sering dinikmati di kala santai atau untuk menjamu tamu. Melihat <em><i>packaging </i></em>dan daya tahan kue ini, manggulu sudah cocok dijadikan sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang wisatawan.</p>
<div id="attachment_2498" style="width: 706px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2498" class="wp-image-2498 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kuliner-khas-sumba-manggulu-foto-uprint.id_.jpg" alt="Makanan Khas Waingapu" width="696" height="696" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kuliner-khas-sumba-manggulu-foto-uprint.id_.jpg 696w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kuliner-khas-sumba-manggulu-foto-uprint.id_-300x300.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kuliner-khas-sumba-manggulu-foto-uprint.id_-150x150.jpg 150w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kuliner-khas-sumba-manggulu-foto-uprint.id_-200x200.jpg 200w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kuliner-khas-sumba-manggulu-foto-uprint.id_-500x500.jpg 500w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /><p id="caption-attachment-2498" class="wp-caption-text">Manggulu – Foto: @uprint.id</p></div>
<h4>5. Jagung Catemak</h4>
<p>Sumba memang memiliki banyak hasil pertanian, salah satunya adalah jagung. Jagung catemak adalah makanan dengan bahan dasar jagung, menu ini cocok dijadikan kudapan untuk sarapan. Jagung catemak merupakan kuliner khas Sumba yang proses pengolahannya sangat mirip dengan kolak.</p>
<p>Selain jagung, makanan jagung catemak juga memiliki bahan labu, kacang hijau, dan beberapa sayuran. Semua bahan itu direbus terlebih dahulu sehingga cukup lunak. Biasanya jagung catemak diberi parutan gula merah dalam jumlah yang cukup agar rasanya semakin manis. Rasa manis yang dihasilkan dari jagung ini akan membuat ketagihan, terlebih bagi yang sedang rindu dengan kolak pisang.</p>
<div id="attachment_2495" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2495" class="wp-image-2495 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/jagung-catemak-foto-resepnusantara.id_.jpg" alt="" width="640" height="448" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/jagung-catemak-foto-resepnusantara.id_.jpg 640w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/jagung-catemak-foto-resepnusantara.id_-300x210.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-2495" class="wp-caption-text">Jagung Catemak – Foto: @resepnusantara.id</p></div>
<p>Itulah 5 makanan khas Waingapu yang wajib dicoba. Saat berlibur, jangan hanya puaskan mata dan telinga. Cicipi masakan lokal dan hirup aroma khas kudapan lokal. Selain merasakan hal baru, dengan membeli makanan lokal berarti kita juga membantu masyarakat setempat untuk mencari nafkah.</p>
<p>Tidak sedikit warga yang menggantungkan ceruk nasinya pada wisatawan. Jadi, jangan lupa untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat kemanapun kita bepergian.</p>
<p>Terima kasih sudah membaca. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Makanan Khas Sumba Barat Daya</title>
		<link>https://tripsumba.com/kuliner/5-makanan-khas-sumba-barat-daya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 13:41:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sumba barat daya]]></category>
		<category><![CDATA[waibakul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2204</guid>

					<description><![CDATA[Bukan hanya keindahan alam, kita perlu mencoba makanan khas Sumba Barat Daya saat mengunjungi daerah itu. Pulau Sumba sendiri&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan hanya keindahan alam, kita perlu mencoba makanan khas Sumba Barat Daya saat mengunjungi daerah itu. Pulau Sumba sendiri menyuguhkan keindahan pantai dan daratan yang berbukit-bukit pada tamunya. Selain itu, Sumba juga memiliki beragam kuliner khas yang tentunya enak dan unik.</p>
<p>Sebenarnya makanan pokok orang Sumba di zaman dulu adalah umbi-umbian, jagung, dan kacang-kacangan. Berbagai tanaman itu mampu tumbuh di tanah keras yang dipenuhi bebatuan kapur dan karang. Iklim Sumba yang kering membuat keberadaan padang savana lebih luas daripada tanaman padi yang baru datang belakangan.</p>
<p>Pulau Sumba sendiri terdiri dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Karena wilayah antar kabupaten yang relatif berdekatan, makanan khas antar daerah itu lumayan mirip atau bahkan sama. Berikut ini 5 makanan khas Sumba Barat Daya yang wajib dicoba ketika berkunjung kesana.</p>
<h3><strong><b>Makanan Khas Sumba Barat Daya</b></strong></h3>
<h4><b></b><strong><b>1. Kaparak</b></strong></h4>
<p>Kaparak bisa diolah dari bahan jagung tumbuk, beras, atau sagu. Adonan lalu digoreng tanpa minyak (teknik pengolahan sangrai), kemudian dicampur dengan kacang tumbuk, kelapa, dan gula pasir. Bahan-bahan tersebut disangrai hingga matang atau warnanya berubah kekuning-kuningan dan menggumpal. Setelah matang, masakan diangkat dan sudah bisa dinikmati.</p>
<p>Meski memiliki bahan dan cara pengolahanan yang cukup sederhana, kaparak cukup populer di kalangan masyarakat lokal Sumba. Makanan khas Sumba Barat Daya ini biasanya dijadikan sebagai camilan. Selain itu, kaparak juga bisa dijadikan makanan saat sarapan, makan siang, maupun makan malam karena memliki kandungan karbohidrat, protein, dan lemak nabati yang tinggi.</p>
<div id="attachment_2207" style="width: 740px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2207" class="wp-image-2207 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kaparak-dengan-kopi_foto-facebook_rahmat-organik.jpg" alt="makanan khas Sumba Barat Daya" width="730" height="411" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kaparak-dengan-kopi_foto-facebook_rahmat-organik.jpg 730w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kaparak-dengan-kopi_foto-facebook_rahmat-organik-300x169.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kaparak-dengan-kopi_foto-facebook_rahmat-organik-520x292.jpg 520w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/kaparak-dengan-kopi_foto-facebook_rahmat-organik-720x404.jpg 720w" sizes="(max-width: 730px) 100vw, 730px" /><p id="caption-attachment-2207" class="wp-caption-text">Kaparak dan Kopi – Foto: @RahmatOrganik</p></div>
<h4>2. Ro’o Luwa</h4>
<p>Ro’o luwa merupakan sejenis bubur dengan bahan utama daun ubi atau singkong. Tampilannya berupa bubur berwarna hijau yang menggugah selera. Makanan khas Sumba Barat Daya ini terbuat dari daun ubi atau singkong yang ditumbuk bersama beras hingga halus, lalu direbus menggunakan kuah santan dan bumbu rempah.</p>
<p>Penggabungan beras dengan daun ubi atau singkong memberinya karakter yang berbeda. Nikmat sekali saat merasakan gurihnya kuah santan yang melebur di lidah. Cita rasanya gurih, mirip gulai daun singkong. Hidangan ini sangat cocok untuk disantap bersama dengan nasi jagung.</p>
<div id="attachment_2209" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2209" class="wp-image-2209 size-large" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Sumba_Daun-Ubi_foto-travelinkmagz-1024x576.jpg" alt="makanan khas Sumba Barat Daya" width="620" height="349" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Sumba_Daun-Ubi_foto-travelinkmagz-1024x576.jpg 1024w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Sumba_Daun-Ubi_foto-travelinkmagz-300x169.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Sumba_Daun-Ubi_foto-travelinkmagz-768x432.jpg 768w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Sumba_Daun-Ubi_foto-travelinkmagz-520x292.jpg 520w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Sumba_Daun-Ubi_foto-travelinkmagz-720x404.jpg 720w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Sumba_Daun-Ubi_foto-travelinkmagz.jpg 1030w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2209" class="wp-caption-text">Ro’o Luwa – Foto: @travelinkmagz</p></div>
<h4>3. Manu Pata’u Ni</h4>
<p>Manu Pata’u Ni adalah penyebutan untuk santapan berupa ayam kampung yang dimasak hingga empuk dengan campuran kuah santan. Sekilas tampilan makanan khas Sumba Barat Daya ini mirip dengan opor. Rasanya pun hampir mirip dengan opor, hanya saja manu pata’u ni rasanya lebih ringan. Sajian ayam ini menjadi salah satu menu andalan yang disuguhkan kepada tamu yang datang.</p>
<p>Masyarakat Sumba biasanya menyajikan kuliner ini dengan memberikan ayam utuh yang telah dimasak menjadi manu pata’u ni kepada tamu. Ketika dihidangkan, salah satu bagian ayam diserahkan kembali kepada tuan rumah, dan sebagian lagi bisa dinikmati oleh tamu. Budaya ini dimaknai agar manusia dapat saling menghargai satu sama lain dan tidak menyisakan makanan agar rezeki berjalan lancar.</p>
<div id="attachment_2205" style="width: 810px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2205" class="wp-image-2205 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/ayam_foto-adventurose.com_.jpeg" alt="makanan khas Sumba Barat Daya" width="800" height="533" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/ayam_foto-adventurose.com_.jpeg 800w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/ayam_foto-adventurose.com_-300x200.jpeg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/ayam_foto-adventurose.com_-768x512.jpeg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2205" class="wp-caption-text">Manu Pata’u Ni – @adventurose</p></div>
<p>Baca juga artikel kuliner Sumba yang lain:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/kuliner/5-restoran-terbaik-di-sumba-barat/">5 Restoran Terbaik di Sumba Barat</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/kuliner/5-makanan-khas-waibakul/">5 Makanan Khas Waibakul</a></li>
</ul>
<h4>4. Nga’a Watary Patau Kabbe</h4>
<p>Nga’a Watary Patau Kabbe adalah sajian nasi jagung dengan campuran beberapa jenis kacang-kacangan. Nasi jagung ini telah menjadi salah satu makanan pokok masyarakat Sumba, khususnya Sumba Barat Daya. Bentuknya serupa dengan makanan yang ditemukan di Pulau Flores, yaitu jagung bose.</p>
<p>Dalam pembuatannya, jagung yang sudah digiling dengan kacang-kacangan, seperti kacang merah, dicampur dan dimasak bersamaan dengan nasi putih. Masyarakat Sumba sendiri menikmati makanan khas Sumba Barat Daya ini dengan lauk pauk lainnya seperti aneka sayur berkuah dan ayam. Nasi ini tentu sangat menarik dicoba karena banyak mengandung gizi yang baik dan memberi banyak energi untuk melanjutkan jalan-jalan.</p>
<div id="attachment_2208" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2208" class="wp-image-2208 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/nasi-jagung_foto-masakandapurku.com_.jpg" alt="makanan khas Sumba Barat Daya" width="620" height="465" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/nasi-jagung_foto-masakandapurku.com_.jpg 620w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/nasi-jagung_foto-masakandapurku.com_-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-2208" class="wp-caption-text">Nga’a Watary Patau Kabbe – Foto: @masakandapurku</p></div>
<h4>5. Kacang mete</h4>
<p>Daerah Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya terkenal sebagai salah satu penghasil kacang mete terbesar di Nusa Tenggara Timur. Meskipun termasuk wilayah yang sedikit terpencil, tetapi Sumba memiliki kacang mete dengan cita rasa yang enak. Ada banyak pengepul kacang mete di Sumba. Jika ingin membeli yang mentah, silakan pergi ke Tambolaka. Sedangkan untuk kacang mete yang sudah diolah, kita bisa mendapatkannya di Tambolaka dan Waingapu.</p>
<p>Umumnya kacang mete dari Sumba dimasak dengan cara digoreng sebelum disajikan sehingga rasanya gurih dan renyah. Kacang mete Sumba biasanya dicampurkan pada cokelat batang untuk menambah cita rasa sehingga rasanya makin enak. Namun, ada juga variasi rasa lain untuk makanan khas Sumba Barat Daya ini, seperti original, goreng tepung, pedas, dan masih banyak lagi.</p>
<div id="attachment_2206" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2206" class="wp-image-2206 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kacang-Mete-Sumba.jpg" alt="makanan khas Sumba Barat Daya" width="700" height="393" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kacang-Mete-Sumba.jpg 700w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kacang-Mete-Sumba-300x168.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kacang-Mete-Sumba-520x292.jpg 520w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-2206" class="wp-caption-text">Kacang Mete &#8211; Foto: @kupang.tribunnews</p></div>
<p>Itulah 5 makanan khas Sumba Barat Daya yang patut dicoba. Berwisata bukan hanya soal mengunjungi tempat bermain, namun juga merasakan denyut nadi masyarakat sekitar. Jadi, setelah memuaskan mata, jangan lupa memenuhi indera-indera yang lain. Salah satunya adalah makanan.</p>
<p>Selain untuk mencicipi kuliner lokal, membeli makanan khas setempat juga bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat setempat. Dengan membeli makanan dari mereka, masyarakat akan mendapatkan penghasilan tambahan.</p>
<p>Jadi, jangan selalu mengunjungi restoran mentereng jika sedang bepergian. Denyut nadi pariwisata bukan berada disana, melainkan di warung-warung kecil milik warga lokal.</p>
<p>Selamat jalan-jalan!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Makanan Khas Waibakul yang Harus Kamu Coba</title>
		<link>https://tripsumba.com/kuliner/5-makanan-khas-waibakul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 08:05:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Waibakul]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[waibakul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2131</guid>

					<description><![CDATA[Selain pantai, makanan khas Waibakul bisa menjadi destinasi wisata alternatif di Sumba Tengah. Waibakul sendiri merupakan ibukota Kabupaten Sumba&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain pantai, makanan khas Waibakul bisa menjadi destinasi wisata alternatif di Sumba Tengah. Waibakul sendiri merupakan ibukota Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat. Peresmiannya dilakukan pada 22 Mei 2007 oleh pejabat NTT.</p>
<p>Kabupaten Sumba Tengah memiliki 18 desa dan 5 kecamatan. Kelimanya adalah Katikutana, Katikutana Selatan, Mamboro, Umbu Ratu Nggay, dan Umbu Ratu Nggay Barat.</p>
<p>Sumba Tengah memiliki beberapa lokasi wisata yang sudah dikembangkan oleh pemerintah, seperti Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Jika ingin berwisata ke pantai, Sumba Tengah memiliki Pantai Maloba yang terletak di Kota Waibakul.</p>
<p>Waibakul sendiri memiliki beberapa destinasi wisata di daerahnya. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah Pantai Maloba yang memiliki bentangan pasir putih. Pantai ini memiliki batu karang unik yang di puncaknya terdapat “Appu Labu”, yang dipercayai sebagai orang pertama yang tinggal di pantai tersebut.</p>
<p>Setelah puas mengunjungi pantai, kini saatnya mengisi perut lapar dengan makanan khas setempat. Jika berkunjung ke Sumba Tengah, sempatkan mencoba beberapa makanan khas Waibakul berikut ini.</p>
<h3><strong>5 Makanan Khas Waibakul</strong></h3>
<h4><b></b><strong><b>1. Rowo Kabata</b></strong></h4>
<p>Rowo kabata adalah sayur bening yang berisi daun singkong, daun papaya, atau daun ubi. Beberapa orang juga suka melahapnya dengan dicampur bunga pepaya agar memiliki rasa pahit namun lezat.</p>
<p>Salah satu makanan khas Waibakul ini merupakan kuliner asli Anakalang yang jarang orang ketahui. Saat ini, kuliner Rowo kabata sedang dalam pengembangan oleh pemerintah sebagai salah satu makanan asli Sumba.</p>
<h4><b></b><strong><b>2. Manggulu</b></strong></h4>
<p>Manggulu merupakan salah satu makanan favorit yang banyak disukai masyarakat lokal Sumba. Manggulu memiliki rasa manis dan asam. Bahan dasar makanan khas Waibakul ini berasal dari pisang, kacang tanah, dan gula merah.</p>
<p>Cara pembuatannya adalah dengan menjemur pisang sampai kering, biasanya selama tiga hari. Jika sudah keirng, maka pisang dicampurkan dengan kacang tanah dan gula merah yang sudah ditumbuk hingga merata. Manggulu merupakan salah satu makanan khas Sumba yang sering dijadikan oleh-oleh.</p>
<div id="attachment_2134" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2134" class="wp-image-2134 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Manggulu.jpg" alt="Makanan Khas Waibakul" width="640" height="335" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Manggulu.jpg 640w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Manggulu-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-2134" class="wp-caption-text">Manggulu – Foto: @superadventure</p></div>
<h4><b></b><strong><b>3. Kamoru</b></strong></h4>
<p>Kamoru adalah salah satu makanan tradisional dari Anakalang, salah satu desa d Kabupaten Sumba Tengah. Makanan khas Waibakul ini hanya bisa ditemui jika kita mengunjungi pemukiman Anakalang di Sumba.</p>
<p>Cara pengolahannya adalah dengan menumbuk padi yang sudah diserut dengan pisau. Padi terlebih dahulu diserut, kemudian disangrai, setelah itu ditumbuk menggunakan lesung.</p>
<p>Selanjutnya, bahan akan ditapis beberapa kali untuk memilah makanan ‘kamoru’ yang diinginkan. Kamoru biasa disajikan untuk menemani minuman hangat di sore hari, seperti kopi dan teh. Makanan ini juga bisa dinikmati dengan mencampur gula, air masak, atau kelapa.</p>
<div id="attachment_2133" style="width: 825px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2133" class="wp-image-2133 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kamoru.jpg" alt="Makanan Khas Waibakul" width="815" height="611" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kamoru.jpg 815w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kamoru-300x225.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kamoru-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 815px) 100vw, 815px" /><p id="caption-attachment-2133" class="wp-caption-text">Kamoru – Foto: @buletinosa</p></div>
<h4><b></b><strong><b>4. Bokosawu Kara</b></strong><strong><b>n</b></strong><strong><b>gge</b></strong></h4>
<p>Bokosawu karangge merupakan sambal unik yang bisa ditemui di Sumba. Karagge adalah sambal yang terbuat dari kepiting air tawar. Warnanya hitam dan disajikan bersama kuliner khas Sumba lain sebagai bahan pelengkap makanan.</p>
<p>Warna salah satu makanan khas Waibakul ini menjadi hitam karena menggunakan bahan kepiting air tawar yang berwarna hitam. Jika penasaran, silakan datang langsung ke Sumba Tengah dan merasakan sambal unik ini.</p>
<p>Baca juga artikel lain mengenai kuliner Sumba:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/kuliner/5-makanan-tradisional-khas-sumba/">5 Makanan Tradisional Khas Sumba</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/kuliner/sup-ayam-waingapu-hidangan-khas-sumba-yang-memikat/">Sup Ayam Waingapu, Hidangan Khas Sumba yang Memikat</a></li>
</ul>
<h4><b></b><strong><b>5. Bokosawu Nyale</b></strong></h4>
<p>Sambal unik lainnya milik masyarakat Sumba adalah bokosawu nyale. Sambal ini terbuat dari cacing laut yang hanya muncul setahun sekali. Sambal ini memiliki tekstur yang kenyal dan cukup gurih, sama seperti bokosawu karagge.</p>
<p>Dalam penyajiannya, salah satu makanan khas Waibakul ini biasa disajikan mentah dan dibaluri dengan perasan jeruk parut, kemudian dicampur dengan daun kemangi. Saat pertama kali mencoba, mungkin akan terasa aneh, tapi lama-kelamaan rasanya akan menjadi enak karena aroma kemangi.</p>
<div id="attachment_2132" style="width: 690px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2132" class="wp-image-2132 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bokosawu-Nyale.jpg" alt="Makanan Khas Waibakul" width="680" height="383" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bokosawu-Nyale.jpg 680w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bokosawu-Nyale-300x169.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Bokosawu-Nyale-520x292.jpg 520w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><p id="caption-attachment-2132" class="wp-caption-text">Bokosawu Nyale – Foto: @fimela</p></div>
<p>Itulah 5 makanan khas Waibakul yang bisa ditemui di Sumba Tengah. Jika berkunjung ke daerah Sumba lain, bisa jadi kita akan menemukan makanan yang sama.</p>
<p>Selain itu, makanan khas Sumba sangat identik dengan kacang-kacangan dan sayur. Sumba Tengah sendiri sedang mengembangkan jagung serta kacang hijau yang menjadi binaan pemerintah.</p>
<p>Harapannya, pemerintah akan mulai mengembangkan dan mengenalkan kuliner khas Sumba Tengah melalui festival, salah satunya adalah festival “Lima Bidadari”. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan Sumba Tengah ke segmen wisatawan yang lebih luas.</p>
<p>Melalui festival seperti itu, makanan khas Waibakul bisa semakin dikenal oleh masyarakat serta wisatawan. Bisa dibilang, Sumba Tengah menjadi kabupaten yang paling tertinggal dibandingkan daerah lainnya di Sumba. Oleh karena itu, kita harus berbondong-bondong mengunjunginya.</p>
<p>Selain untuk melihat hal baru, aktivitas pariwisata juga akan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat sekitar. Mereka akan memiliki pilihan lain untuk bekerja, seperti menjadi tour guide, menjual oleh-oleh, atau sekedar membuka warung makan di sekitar lokasi wisata.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tempat Nongkrong di Tambolaka</title>
		<link>https://tripsumba.com/cafe/5-tempat-nongkrong-di-tambolaka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[reanhidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 06:07:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cafe]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sumba barat daya]]></category>
		<category><![CDATA[tambolaka]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Nongkrong di Tambolaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tripsumba.com/?p=2103</guid>

					<description><![CDATA[Selain destinasi wisata alam, penting untuk mengetahui beragam tempat nongkrong di Tambolaka. Tambolaka sendiri adalah Ibukota Kabupaten Sumba Barat&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain destinasi wisata alam, penting untuk mengetahui beragam tempat nongkrong di Tambolaka. Tambolaka sendiri adalah Ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya, yang merupakan hasil pemekaran Kabupaten Sumba Barat. Daerah ini memiliki tempat wisata alam yang indah dan tenang, sehingga cocok bagi mereka yang ingin menenangkan diri.</p>
<p>Pulau Sumba memiliki dua bandara, dan salah satunya terletak di Tambolaka. Bandara Tambolaka adalah bandara peninggalan Jepang pada 1945. Kemudian bandara ini mengalami perbaikan untuk memperpanjang landasan pacu bandara menjadi 2.300 meter.</p>
<p>Saat ini, Tambolaka sudah menjadi salah satu destinasi wisata yang lumayan ramai dikunjungi. Banyak tempat wisata alam dan modern yang sudah dikembangkan disini. Banyak millennial yang menemukan beberapa tempat nongkrong yang asyik di Tambolaka</p>
<p>Jika sedang berwisata ke Sumba Barat Daya, tidak ada salahnya untuk mengunjungi 5 tempat nongkrong di Tambolaka berikut ini:</p>
<h3><strong><b>Tempat Nongkrong di Tambolaka</b></strong></h3>
<h4><b></b><strong><b>1. Warung Gula Garam</b></strong></h4>
<p>Letaknya yang dekat dengan Bandara Tambolaka membuat restoran ini menjadi salah satu destinasi yang harus dikunjungi. Meskipun memiliki nama Warung Gula Garam, tetapi kita bisa menemui berbagai jenis menu <em><i>western food </i></em>hingga makanan khas Indonesia disini.</p>
<p>Fasilitas yang diberikan berupa harga menu yang relatif standar, lokasi nyaman, dan <em><i>wifi </i></em>yang tentu bisa menjadi menjadi daya tarik. Bahkan kita bisa melakukan <em><i>delivery order </i></em>untuk menu makanan tersedia.</p>
<p>Namun, bagi yang kurang suka dengan binatang, mungkin bisa mempersiapkan diri sebelum mengunjungi Warung Gula Garam. Hal ini dikarenakan anjing pemilik resto sering bebas berkeliaran di antara para pengunjung.</p>
<p>Jika baru tiba di Tambolaka, kita bisa berkunjung terlebih dahulu ke tempat nongkrong di Tambolaka ini untuk beristirahat setelah perjalanan panjang menggunakan pesawat.</p>
<div id="attachment_2106" style="width: 560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2106" class="wp-image-2106 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gula-Garam.jpg" alt="Tempat Nongkrong di Tambolaka" width="550" height="412" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gula-Garam.jpg 550w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Gula-Garam-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 550px) 100vw, 550px" /><p id="caption-attachment-2106" class="wp-caption-text">Warung Gula Garam &#8211; Foto: @tripadvisor</p></div>
<h4><b></b><strong><b>2. Kawona </b></strong><strong><b>B</b></strong><strong><b>each</b></strong><strong><b>Club</b></strong></h4>
<p>Kawona Beach Club<em><i> </i></em>terletak di Desa Wee Londa, Kota Tambolaka. Jaraknya hanya sekitar 10 km dari Bandara Tambolaka.</p>
<p>Pantai Kawona bukanlah sebuah pantai biasa, namun merupakan tempat wisata baru di Sumba Barat Daya. Pantai Kawona juga memiliki tempat peristirahatan berupa salah satu villa milik warga setempat.</p>
<p>Kawona Beach Club digadang-gadang memiliki pantai yang mirip seperti pantai di Bali, tetapi jauh lebih bersih karena belum banyak pengunjung. Bahkan, para pengunjung juga bisa bernyanyi menggunakan microphone, asal sudah mendapat izin dari pemiliknya. Tidak heran jika tempat ini menjadi salah satu tempat nongkrong di Tambolaka.</p>
<p>Di pantai ini ada sebuah restoran yang menyediakan beraneka ragam menu. Sehingga, tempat ini cocok dipakai untuk nongkrong santai sembari menikmati angin laut.</p>
<div id="attachment_2107" style="width: 770px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2107" class="wp-image-2107 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kawona-Beach-Club.jpg" alt="Tempat Nongkrong di Tambolaka" width="760" height="508" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kawona-Beach-Club.jpg 760w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Kawona-Beach-Club-300x201.jpg 300w" sizes="(max-width: 760px) 100vw, 760px" /><p id="caption-attachment-2107" class="wp-caption-text">Kawona Beach – Foto: @Kompasiana</p></div>
<h4><b></b><strong><b>3. The Oro Beach Houses and Restaurant </b></strong></h4>
<p>Oro Beach terletak di Weepangali, Tambolaka, Wee Pangali, Tambolak. Pantai ini masih sepi dengan pasir putihnya. Kita bisa berenang dan <em><i>snorkeling </i></em>sampai sejauh 100 meter dari garis pantai dengan aman.</p>
<p>Disini kita Anda akan menemukan penginapan dan resto bernama The Oro Beach Houses and Restaurant. Jarak penginapan hanya sekitar 3 km. Salah satu tempat nongkrong di Tambolaka ini menyediakan menu <em><i>seafood </i></em>dengan harga Rp 50.000 – Rp 100.000.</p>
<p>Jika membutuhkan <em><i>tour</i></em>, kita bisa menyewanya juga di tempat ini. Harga untuk <em><i>daily tours </i></em>adalah Rp 650.000 tanpa <em><i>guide</i></em> dan Rp 850.000 jika menggunakan <em><i>guide</i></em>.</p>
<div id="attachment_2110" style="width: 560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2110" class="wp-image-2110 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/The-Oro-Beach-Houses-and-Restaurant.jpg" alt="Tempat Nongkrong di Tambolaka" width="550" height="365" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/The-Oro-Beach-Houses-and-Restaurant.jpg 550w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/The-Oro-Beach-Houses-and-Restaurant-300x199.jpg 300w" sizes="(max-width: 550px) 100vw, 550px" /><p id="caption-attachment-2110" class="wp-caption-text">The Oro Beach Houses and Restaurant – Foto: @tripadvisor</p></div>
<p>Jika tertarik untuk berwisata ke Tambolaka, jangan lupa baca artikel ini:</p>
<ul>
<li><a href="https://tripsumba.com/bukit/5-wisata-di-sumba-barat-daya-yang-ngehits/">5 Wisata di Sumba Barat Daya yang Lagi Ngehits</a></li>
<li><a href="https://tripsumba.com/pantai/5-tempat-terbaik-sunset-di-tambolaka/">5 Tempat Terbaik Menikmati Sunset di Tambolaka</a></li>
</ul>
<h4><b></b><strong><b>4. Dapur Sumba</b></strong></h4>
<p>Dapur Sumba menawarkan menu Indonesia-China, seperti fuyunghai, ayam telor asin, dan dan nasi goreng. Dapur Sumba juga menyediakan kuliner lokal, seperti Ayam Bakar Desa Sumba. Jika mencari tempat nongkrong di Tambolaka, restoran dengan keragaman menu seperti ini jelas menjadi salah satu terbaik.</p>
<p>Dapur Sumba berjarak tidak sampai 1 km dari Bandara Tambolaka. Sehingga, menjadi tempat terbaik untuk makan siang sebelum menuju ke bandara. Harga makanannya cukup mahal, namun masih wajar jika dibandingkan dengan citarasa yang didapat.</p>
<p>Tempatnya juga nyaman dan luas. Sehingga, jangan takut tidak kebagian kursi jika akan makan bersama rombongan.</p>
<div id="attachment_2105" style="width: 591px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2105" class="wp-image-2105 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Dapur-Sumba.jpg" alt="Tempat Nongkrong di Tambolaka" width="581" height="727" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Dapur-Sumba.jpg 581w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Dapur-Sumba-240x300.jpg 240w" sizes="(max-width: 581px) 100vw, 581px" /><p id="caption-attachment-2105" class="wp-caption-text">Dapur Sumba &#8211; Foto: @dapursumba</p></div>
<h4><b></b><strong><b>5. Ro’o Luwa Resto &amp; Café</b></strong></h4>
<p>Jika ingin menikmati masakan khas Sumba Barat, terutama Sumba Barat Daya, maka restoran ini adalah tujuan yang tepat. Ro’o Luwa Resto and Café adalah restoran unik yang mengangkat tema makanan lokal dalam sebuah konsep resto.</p>
<p>Salah satu tempat nongkrong di Tambolaka ini terletak di Jl. Lukas Dairo Bili, Wee Londa, Loura, Sumba Barat Daya. Menu salah satu restoran adalah Ro’o Luwa, berupa bubur daun singkong yang ditumbuk hingga halus.</p>
<p>Selain Ro’o Luwa, restoran ini juga menyediakan ayam rebus kodi dan ayam rebus wewewa. Masih banyak lagi makanan lokal khas Sumba Barat Daya yang menjadi menu makanan di restoran ini.</p>
<div id="attachment_2108" style="width: 610px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2108" class="wp-image-2108 size-full" src="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Ro’o-Luwa-Resto-Café-2.jpg" alt="Tempat Nongkrong di Tambolaka" width="600" height="600" srcset="https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Ro’o-Luwa-Resto-Café-2.jpg 600w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Ro’o-Luwa-Resto-Café-2-300x300.jpg 300w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Ro’o-Luwa-Resto-Café-2-150x150.jpg 150w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Ro’o-Luwa-Resto-Café-2-200x200.jpg 200w, https://tripsumba.com/wp-content/uploads/2020/07/Ro’o-Luwa-Resto-Café-2-500x500.jpg 500w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><p id="caption-attachment-2108" class="wp-caption-text">Ro’o Luwa Resto and Café – Foto: @foursquare</p></div>
<p>Itulah 5 tempat nongkrong di Tambolaka yang bisa dikunjungi jika sedang di Sumba. Bayangkan duduk santai menikmati kuliner setelah jalan-jalan jauh seharian. Tentu nikmati sekali.</p>
<p>Sudah menentukan tempat nongkrong yang cocok?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/525 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: tripsumba.com @ 2026-10-05 17:13:57 by W3 Total Cache
-->